Sebenarnya Tidak Semua Harus Sama Dalam Corona


Mungkin ini juga terjadi dibanyak lokasi didunia bahkan yang sudah benar2 menerapkan test secara masif dimana ada daerah tertentu yg memang bisa dibilang relatif aman dari corona tetap masih sedikit bergeliat walau tetap dengan protokol kesehatan. Tentang kontrak treking irisan-irisan kasus covid diseluruh dunia juga sudah banyak data map yang ada tentang info kenanya karena kontak dengan siapa dibanyak situs yang buat.

Dibeberapa tempat di indonesia pun juga kebanyakan gak jauh2 dari klaster Tabligh dan irisan dari kasus2 di ibukota. tapi gak tau kalau pak hendro yang beramsumsi pernah kena itu klaster mana. Tapi ya asumsi2 yang merasa sudah normal juga sah2 saja, Jogja pun sepertinya kebanyakan irisan dari jakarta dan tabligh dari data yang ada.

Jadi ya daerah2 yang bilang sudah new normal dari dulu pun juga sebenarnya tidak masalah. Dengan jumlah testnya yang tidak banyak pun mungkin juga aslinya gak banyak kena secara kedatangan orang dari klaster2 yang ada juga sangat kecil. Kota2 yang paling banyak kena pada kenyataanya adalah kota yang memang dengan tingkat trafik lalu lalang masyaratkanya sangat tinggi.

Namun ketika triger sudah normal itu juga ditelan mentah2 oleh daerah top kasus apalagi sampai mengabaikan protokol karena tertriger daerah lain, ane rasa akan ada kemungkinan bikin nambah. Karena sampai saat ini pusat juga selalu terkesan menyampaikan secara general dan seolah berlaku umum. Walau nambah pun tidak perlu disikapi dengan kecemasan yang sangat tinggi.

Walau sangat sulit mengontrol ego secara privat dan tidak public. Triger ke daerah merah dengan tingkat komplekisitas sosial ekonomi yang mungkin bisa 2 atau 3 lipat tentu akan sangat besar untuk mengikuti mereka, apalagi dengan pola pikir asumsi.

Penegasan tentang zona dan klaster atau kontak treting kasus itu memang tidak terlalu ditekankan oleh pemerintah sejak awal karena parameternya hanya parameter bersifat umum. Yaitu kasus positif.

Bahkan pejabat daerah yang tidak bisa melakukan test secara masif didaerahnya pun bersikap general atau memilih untuk berjalan aja mengalir seperti yang lain. Walau sebenarnya dengan tidak mengalir atau menyamakan seperti yang lain akan setidaknya tidak ikut begitu drop. Tapi itu masalahnya hanya bisa disanggah dengan data falit versinya sendiri. Dan pointnya tentu sudah jelas, karena mungkin, tidak punya data sendiri untuk menyanggah jadi mending ikutan arus. Untuk masalah cuci tangan, masker dan jaga jarak sebenarnya juga bukan hal yg terlalu sulit dibiasakan dua tiga hari untuk jadi kebiasaan.

Melihat di jabotabek hari ini yang seperti itu ya semoga aman2 saja, triger suasana sudah normal di daerah2 tanpa test banyak dan mungkin memang kasus kedatangan dari klaster manapun sangat kecil yang juga terus diangkat seolah bisa berlaku general juga semoga tidak berimbas dengan sikap yang sama oleh asumsi daerah2 dengan tingkat kasusnya banyak. Karena sejatinya memandangkan atau memberitakan keadaan saat ini harus disertakan dengan data sebelumnya daerah tersebut secara terperinci, sehingga tidak makin memperkuat terciptanya opini tanpa iQ yang menggeneral.

Tulisan ane tentang Corona :

PODCAST ANE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s