Kenapa Pemerintah Pusat dan Daerah Tindak Memanfaatkan Tempat Perawatan Pasien Positif Corona di Lokasi Trend Ini

rumah sakit terbengkalai

Ini hanya sekedar unek-unek ane saja, kenapa mereka gak memanfaatkan tempat yang lagi trend ini untuk tempat Tempat Perawatan Pasien Positif Corona. Mungkun itu yang ada di benak ane. Tempat apakah yang ane masksut? ya apa lagi kalau bukan rumah sakit terbengkalai. Bahkan untuk bisa mendapatkan data ini pemerintah pusat atau daerah cukup mencarinya di Youtube. Tempat yang menjadi hajat adsense orang banyak ini sebenarnya potensi untuk tempat perawatan sangat sangat potensial sekali.

Banyak youtuber yang sudah menexplore rumah sakit terbengkalai, bahkan tak banyak yang sebagian ruangannya masih dalam kondisi bagus. Malah ada juga yang masih ada peralatan operasi dll yang masih ada. Untuk memberihkan itu mungkin tidak membutuhkan waktu lebih dari satu minggu dari pada membangun tempat baru yang mungkin paling cepet juga 2 minggu.

Sudah jelas sarana utama yang dibutuhkan juga kemungkinan masih ada seperti listrik dan air. Urusan membersihkan lokasi dari mahluk astral juga kita diserahkan ke team Wani Ora atau pakar-pakar metafika lainnya yang mungkin sehari juga kelar apalagi kalau mereka bersatu dibuat dalam bentuk acara dichanel mereka satu2 biar adsense juga tetep ada kalau jadi konten.

Urusan perijinan juga mungkin bukan hal yang sulit untuk memanfaatkan lokasi itu dan lagi ane yakin jika pun itu bukan milik negara atau swasta tentu yang punya lokasi juga akan senang karena dari pada dianggurin terksesan angker dll kalau mau dijual juga akan susah dan mungkin kalau mau dibuat perumahan atau apa juga harus melalui proses yang cukup panjang setau ane kalau itu lokasi bekas rumah sakit.

Dengan memanfaatkan lokasi lokasi itu sebagai tempat perawatan ane rasa malah jadi lebih bermanfaat. Ane yakin disetiap tempat pasti ada, pasti itu gak mungkin enggak. Bahkan salah satu youtuber yang ane ikutin untuk masalah ekplore seperti Joe Kal saja pernah sampai 2x mengunjungi rumah sakit terbengkalai ditempat yang sama dalam kurun waktu satu tahun juga masih dalam kondisi sama. Itu tandanya memang sama sekali tidak dimanfaatkan lagi.

Selagi para setan belum menuntut hak adsense nya, ane rasa ini cara terbaik saat ini yang bisa dilakukan. Walau trend halu niche misteri dan horor memjemukan tapi lebih menjemukan trend halu corona disini.

Bulan ini sampai kebelakang adalah puncak kematin mbuh itu dianggep corona atau enggak corona terbanyak kalau menurut ane, RS akan mulai penuh slot nya dengan penderita default dbd dan karena sakit dll harus di rapid / swep dulu proses akan lebih lama apalagi kalau RS nya penuh terus banyak yang mati, prediksi ane seperti itu sebagai anak indigo halu.

Semakin banyak orang kena dbd dan ke RS dan akhirnya harus sweb / rapit dulu, semakin banyak data itu orang yang akhirnya di test. Ngurang2in kerja pemerintah yang ngetes orang kopet 19 yang sampai sekarang bahkan 1/10 penduduknya saja belum ada, atau target WHO yang suruh 267.700 / minggu aja jauh dari target. Maka dari itu bulan2 ini sampai kebelakang tentunya pemerintah akan terbantu dengan jumlah test dari warga negara yang masuk RS. Bahkan pakai cara bodoh yang lebih simpel seperti yang dilakukan China dengan menggabungkan darah satu keluarga dan ditest agar mempercepat hasil test saja tidak dilakukan.

Sependek yang ane tahu, kita belum melakukan penambahan kamar/bangunan ugd/igd hingga saat ini. Bahkan itu bangunan yang virus niru china dalam pembangunan dengan cepat di pulau galang pun hanya memiliki 20 kamar khusus igd/ugd dari 200 an lebih kamar yang dibuat sedangkan china yang membangun 1500 kamar itu hampi semua dengan sarana lengkap. Menggunakan wisma atlit pun sebenernya gak pake mikir bisa, ow ada tempat selo bisa digunakan, paling juga cuma gitu mikirknya. Dan itu pun hanya untuk pasien yang sebenernya bisa dirumah.

Terlalu banyak membagi golongan juga hal konyol, apalagi pakai merawat yang bisa dirumah. Jika dari awal hanya menggunakan 2 istilah positif parah dan positif tidak parah serta yang positif tidak parah cukup dirumah dengan pengawasan dinas terkait lewat puskesmas ane rasah gak akan makan ruang kamar banyak. juga masalah ventilator atau oksigen tidak akan menjadi drama seperti bulan juni 2020. Menambah 10k kamar khusus igd/ugd covid di jawa pun sebenernya cukup mudah dan bisa memangkas biaya banyak dengan memanfaatkan rumah sakit terbengkalai yang mungkin hanya membutuhkan 25 an tempat yang ane rasa tempat sebanyak itu kalau di cari via youtube bisa ketemu bahkan bisa lebih

Selama belum banyak orang yang ditest itu semakin lama momok kopet ini ada, walau itu juga akan menjadi pisau bermata dua jika ruangan pun tidak ada belum lagi karena variabel lockdown, psbb, psbm dan hal2 konyol lainnya yang akan berpengaruh ke ekonomi variabelnya adalah sebuah data yang masih halu.

Tulisan ane tentang Corona :

PODCAST ANE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s