Masalah Corna dan Penanganannya Yang Terkonyol Memang Hanya di +62


Ane sudah menulis hampir 9 postingan tentang corona dan semua adalah hal konyol di +62 . Dari awal masalah hingga saat ini semuanya masih konyol2 aja gak nambah kearah waras. Point yang sangat mencolok itu ada dua.

  1. Tanpa solusi
  2. Jakarta Sentris

Tanpa solusi ini masih kekonyolan yang mendominasi pertama dan jakarta sentris atau tidak kritis dilokal ini juga kemunafikan sjw.

4 Bulan lalu ane balik Jogja hampir tidak seperti ada apa2 walau ane juga tidak masalah, namun kalau melihat hal yang tidak umum ini terjadi di Jakarta pasti akan terus digoreng. Ane tidak akan membahas polik secara langsung namun kenyataannya seperti ini. Seolah sjw buta mata, buta hati bahkan gak punya otak dalam kasih ini. Terutama sjw data yang menurut ane hanya omong kosong.

Tidak ada yang bisa kamu percaya dalam masalah corona selain ane.

Disklimer ya, ane bukan aliran agama tidak percaya corona namun orang yang cukup realistis dengan pembelajaran data2 jurnal setidaknya yang ane baca selama ini. Ane hanya takut sebagai repeater kalau ane positif.

Semua hanya omong kosong, bahkan dokter sepatu ngegas yang baru paham masalah semua orang butuh makan gaungnya seolah seperti gonggongan anjing saja. SJW pun hanya diam ketika melihat retrorika uang rakyat hampir 200 M untuk membeli hotel dengan alasan ekonomi kreatif taik kucing.

Corona itu lokal intinya, jika semua orang hanya bersuara tentang di Jakarta saja buat ane itu konyol. Karena ane orang DIY yang kebetulan tinggal di Jakarta maka dari ini ane akan lebih membahas tulisan ini lebih kesitu saja. Dan ini bisa jadi contoh konkrit benernya buat daerah2 lain yang menurut ane tidak kalah konyolnya.

Dari masalah DEMO awal oktober saja sudah cukup konyol jika disambungkan dengan masalah corona. Kalau nakes banyak yang mati aja pada diem gak bersuara frontal apalagi didaerah. Seolah cerminannya adalah jakarta. Padahal dari segi UMR saja sudah beda.

Yang paling baru ini adalah masalah di petamburan kalau ane ngomongin Jakarta. Kenapa dengan jumlah masa sebanyak itu malah berterimakasih untuk dijadikan sempel test corona. Dengan harga rapid ( alat konyol yang masih dipakai ) kalau kulakan banyak mungkin harga cuma 30K mungkin ( melihat harga termurah di marketplace segitu dan itu sama dengan rapid yang digunakan di stasiun dll ) mungkin tanpa margin keuntungan harganya 25K an. Walau kalau di cek di Alibaba harganya kisaran $0.256 – $0.529 / 3000 . Itu berarti antara 3k-7k harganya. bisa dicek disini atau disini

Bahkan harga antigen di Alibaba pun hanya sekitar $0.50 – $1.20 / 3000 untuk satuanya atau sekitar 7k-20K bida dilihat disini . Taruhnya dapet harga yang 7K x 10K masa itu hanya 70 juta. Dengan biaya segitu bisa dapet sempel penyebarannya gimana. Itu pun kalau masih mikirin. Tapi kan memang sekarang prioritas langsung pingin semua sembuh. Makanya langsung vaksin – vaksin dan vaksin. Ampek pak dhw nya saja mau jadi orang pertama yang besok disuntik. Padahal kalau niat mau jadi kelinci uji coba pas kemarin ada test vaksin harusnya dari sana juga bisa ikutan. Drama memang.

Sekarang testing buat standarisasi keluar daerah meningkat harus menggunakan antigen per hari ini. Bukan lagi pake rapid yang konyol. Walau tentu kalau kamu beli di Alibaba pun tidak ada gunanya karena tanpa orek2an dokter. Yang sebenarnya kenaikan hampir 1000 dari harga rapid itu buat itu. Yang menurut ane juga tidak menjamin virusnya gak akan gak sampai ke kota lain.

Masalah kopet ini gak akan pernah selesai, namun dengan aturan yang tegas ane rasa semua akan berjalan sejalan. Sampai sekarang saja jarang patroli keliling. Bahkan sejak awal ada corona sampai sekarang didunia nyatanya bisa diitung yang emang tegas. Namanya pandemi itu ngontrolnya dari micro. Jumlah aparat sebanyak itu juga kalau cuma satu RT satu orang ane rasa masih sisa kalau dari awal2 itu bener2 jagain palinggak dari juli. Hard imunitas itu memang paling realistis tapi itupun ane rasa harus pake strategi.

Ane selalu lebih realistis melihat dari kematian dari pada yang positif, mungkin yang disini memang sebagian baru kena yang D624G bukan yang G614 . Dan mungkin memang negara koperasi bukan 100% kantoran kek di kota2 besar jadi memang secara imun juga kuat2. Tapi juga gak selalu bisa jadi dasar soalnya di india yang beli es ngudaknya pake tangan kosong aja tentu imunnya lebih kuat toh yang mati juga 144K. Tapi ya kalau diitung2 dari jumlah penduduknya juga sebenernya sama kek sini sekitar 0.01% yang mati. Sedangkan USA kalau dirata2 dari jumlah penduduk sekitar 0,1% yang mati mungkin faktor kemproh itu ngaruh siknifikan.

Kalau prediksi ane sih palinggak 2 tahunan baru nanti semua orang kena dan ahirnya kebal sendiri secara mutlak.

Sebenernya simpel banget untuk membuat ekonomi tetap jalan dan semua tetep sehat. yaitu tadi gak usah pake ngelarang2 orang buat aktifitas ( kecuali kegiatan yang banyak masa ) + perketat pake masker ane rasa ekonomi tetap jalan. Tapi kalau setengah2 gak jelas kek sekarang ya gak jelas juga endingnya. Sebenernya hal simpel tapi dibuat ribet tapi ribetnya itu setengah2. Ane rasa cuma itu solusi buat negera miskin. Orang2 terdekat ane kemarin2 ada yang positif jadi ya mental ane sudah teruji kalau cuma kasih solusi dari pada yang koar tapi gak pernah keluar rumah bahkan gak ada runag lingkup paling dekat secara interaksi yang kena jadi ya endingnya cuma berimajinasi saja.

Tulisan ane tentang Corona :

PODCAST ANE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s