Solusi Untuk Ojek Online Ditengah Krisis Corona Saat Ini


Mungkin ini topik yang sedang hangat dibicarakan. Sektor yang memang paling banyak berputar dengan jutaan orang per hari, jadi sangat wajar jika diluar kita ngomongin wabah ini ada perputaran uang yang benar benar merasakan salah satunya ya dunia ojol. Ini juga sedikit tulisan ane menjelaskan tentang apakenapa ane melontarkan replay ke salah satu orang yang ingin membuat aplikasi. Pertama2 ane mengapresiasi apa yang dia buat. Mau tetep dibuat pun bagi ane tidak masalah dan mengkritisi itu hal biasa jangan dianggap terus punya niatan menjatuhkan atau bagaimana, berdiskusi itu asik melihat dari sudut lain itu menarik. Selama disana masih ada point masukan atau memberi insight ane rasa terlalu naif untuk menggap itu hinaan. Namun yang sedikit membuat ane merespon yang pertama adalah keterbukaan informasi yang dikeluarkan, yang kedua adalah masalah konsen potongan 20%-30%. Namun tulisan ini tidak serta merta hanya bertujuan untuk itu, ane menjelaskan keadaan ini secara umum dan merefleksikan semua.

Untuk masalah data informasi udah kita skeep dulu, karena mungkin bisa ditutup pada akhirnnya. Namun masalah potongan 20%-30% yang cukup menarik perhatian ane.

Jika paham diwaktu ini, waktu2 corona ini permasalah utama menurut ne yang menjadi faktor utama dari ini semua adalah keadaan dan habit seseorang. Orang cenderung akan mulai mengurangi penggunaan ojol untuk melakukan sesuatu, keadaan ini juga yang membuat orang mulai merubah kebiasaan menjadi memasak sendiri dll. Itu dulu yang harus kita pahami, anda bisa berkaca dengan diri anda sendiri apakah seperti itu.

Kebiasaan baru ini yang membuat semua sepi.

Jika kontek disini adalah ojol tentu kebiasaan ini yang akan membuat custemer mulai menggurangi penggunaan ojol. Hal yang sama juga terjadi pada uber di Amerika dimana penurunan trefik hingga 94%, bahkan terjadi transportasi sejenis seperti Lyft juga di transportasi umum Taxi disana bahwa sedari awal maret sudah menurut drastis. Oke paham ya ?

Bayangin aja negara sebesar amerika saja penurunan bisa sampai 94%, ane ulangi lagi 94%.

Jadi masalah utama itu disitu, Trefik order custemer, itu kenapa ane bilang alasan penurunan 20%-30% itu saat ini gak masuk akal jika point utama di krisis ini adalah penurunan pengguna. Ane yakin semua pihak terutama perushaan ojo juga pusing juga bagian2 terkait dari ini semua, para pedagang, pemilik warung, jasa pijat, penjual tiket bioskopnya dll ane rasa semua juga pusing.

Sama dengan apa yang dialami didunia travel saat ini, apa kita bisa memaksa orang untuk membeli tiket wisata atau tiket pesawat dll ? Jadi paham ya ?

Ane bukan tipe orang yang mengkritik bermodal benci atau paitan sengit tanpa masukan atau solusi, terus solusinya gimana ?

Di Amerika solusi yang diambil adalah beralih ke pengiriman, terutama barang dan makanan. Karena Habit orang belanja online makin tinggi dan kebutuhan orang untuk membeli makanan juga tinggi. Itu pun khusus food mereka hanya bisa beroprasi siang sore karena malam sudah tidak boleh buka.

Krisis sekarang ini tidak akan membuat sebagian banyak orang untuk memikirkan hal selain kebutuhan primer.

Bersyukurnya di Indonesia adalah berjualan masih bisa 24 jam dan yang sangat2 beruntung itu berjualan disini itu gak perlu izin seperti diluar. Selain itu disemua aplikasi ojol pengiriman dan makanan itu sudah ada dimenu. Kenapa tidak menggugah pengguna untuk memanfaatkan itu.

Saat ini itu bukan #Butuhdriver tapi #Butuhcustomer . Itupun kita harus menarik mereka dengan menimbulkan kesadaran mereka untuk menggunakan, kenapa tidak membuat hastag #AyoPakeOjol , #KembaliKeOjol atau #MariPesanViaOjol, jangan via vallen pokoknya karena ane pecinta Nella Kharisma garis keras.

Memang butuh kerjasama dari semua orang untuk menjadi pengguna ojol saat ini, demi semua berputar. Tidak ada ego disini karena sejatinya semua harus berputar. Pedagang, Pemilik warung dan driver sendiri butuh orderan. Pemilih warung pedagang yang punya karyawan juga harus tetap bertahan.

Kenapa ane sarankan untuk lebih konsen mengumpulkan pedagang, penjual makanan dll. Karena ditengah krisis ini banyak PHK dll, banyak orang yang mencoba peruntungan untuk berjualan dan tidak semua bisa masuk partner ojol saat ini yang auto approve, tidak semua orang bisa posting di bukalapak, tokopedia, shopee dll. Kita lihat saja ada berapa ribu orang yang mention di tweet Kaesang untuk menawarkan barang jualannya.

Kenapa itu konsen ane, karena itu nanti akan berimbas ke ojol juga jika pengirimannya menggunakan ojol. Walau jika memang makanan yang kita mau adanya di apliasi ojol ya tetep lewat aplikasi juga tidak masalah, karena kita juga tidak bisa meninggalkan orang2 yang berjualan disana juga.

Ini itu komplek bor, tidak bisa hanya dengan ego jika tujuannya tetap ekosistem ekonomi perputaran uang ini mendekati seperti biasa lagi. Ane itu walau jajan cuma 50 meter dan jalan kaki ane masih usahakan via ojol jika memang bisa ( uang pas ada ) . Mugkin ane tidak berkontribusi apapun tapi palinggak dengan ane pesen diojol uang tetap bisa muter, ane pun tidak terlalu dirugikan karena ongkosnya free tapi disana ada driver yang bisa dapet satu orderan dan ada warung yang bisa laku juga.

Masukan untuk perusahaan ojol ditengah kondisi saat ini.

Ane orang yang penuh ide jadi ini solusi dari ane untuk perusahaan ojol saat ini.

Mungkin bisa memper murah tarif antar, ane tau mereka juga harus membayar driver dengan minimal tarif ketika orderan pendek, kita tidak bisa tutup mata juga. palinggak jika minimal harus membayar driver 8k itu sudah tertutupi dari ongkos customer + 20% fee mitra.

Kita juga tau perusahaan ojol juga harus mengeluarkan uang untuk fee driver jika memenuhi target point, solusi dari ane selama krisis ini mungkin perushaan ojol bisa dipantu dengan meringankan beban mereka dengan memberikan fee separuh dari biasanya. Mereka juga perlu membayar server dan karyawan juga, jadi ego kita tolong ditahan dalam keadaan ini.

Beri akses ke semua driver untuk bisa mengakses fitur pengiriman untuk sementara. Sejauh yang ane tau driver yang bisa mengakses sameday adalah driver yang memang mendaftar untuk pengiriman. Bukan dari driver umum. Dengan kebijakan ini menurut ane oportuni peluang orderan akan merata untuk yang driver umum. Bayangin jika driver mobile bisa akses pengiriman, bagaimana bisa jadi mengirimkan barang dengan jumlah banyak yang tidak memungkinkan diangkut oleh driver pengiriman. Tentu mereka juga akan mendapatkan trefik juga. Karena trefik ini yang butuh juga semua. Driver motor umum, driver mobil, driver khusus pengiriman.

Mungkin dengan dua itu jadi meringankan semua, customer tidak terbebani dengan biaya yang mahal dan driver dan mitra lainnya tetap mendapatkan orderan. karena bener2 ini hanya masalah trefik orderan yang menurut dengan alasan manusiawi karena keadaan seperti yang ane sebutkan diatas. Menunutut 20%-30% dikurangi atau dihilangkan saat ini sangat tidak berdampak dengan trafik pesanan dari customer. Karena masalah utama adalah trefik customer. Okelah setelah semua ini kembali normal menuntut untuk masalah itu, tapi realistis ke masalah sekarang aja dulu bahwa jumlah pemesan itu sedikit

Kalau kita ngomongin kebutuhan gak akan pernah ada kurangnya, namun bagaimana keadaan yang menjadi masalah bersama bahkan diseluruh dunia ini berdampak sedikit untuk mencukupi semua karen ini kita ngomongin ekosistem dimana melibatkan jutaan orang.

Memahami masalah itu penting dan berfokus pada solusi itu lebih baik. Karena berfokus pada masalah hanya akan memindahan air didalam gelas ke gelas lain. Sedangkan kita sedang berjuang mencari orang yang mau meminumnya. Apalagi jika salah membaca masalah.

Hampir semua manusia didunia merasakan dampak keadaan ini, mungkin hanya suku sakai dan suku kombai yang tidak merasakan dampak ini semua.

Semoga keadaan ini lekas kembali seperti biasa, ane rindu polusi dunia.

Artikel Lainnya :

Tulisan ane tentang Corona :

PODCAST ANE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s