Logika Koh Steven Indra Wibowo Yang Aneh


Koh Steven Indra Wibowo memang lagi viral dengan youber2 reupload yang membahas tentang dia. Namun tema tidak akan jauh dari bisnis kopinya dan dari pembahasan agama lain.

Disklimer : Ane paitan sengit dengan dia, ane tidak cuma modal benci dengan dia. Tapi lebih ke tanggapan atas banyak video yang beredar tentang dia. Ane hanya menanggapi saja kalau dia mengganggp ini masukan itu lebih baik, tidak pun tidak masalah ane rasa. Karena setiap orang bebas melihat dari sudut pandang lain dan setiap orang bebas untuk sedikit kritis atau mengkritisi karena kesempurnaan hanya milih Tuhan kalau dia bertuhan.

Tentang video ini salah satunya yang ane bahas:

Divideo itu sungguh tidak ada hal luar biasa yang dibahas, menganalogikan orang cina ambil untung 1000 untuk target 1.000.000 dengan cari 1000 pembeli. Dan orang pribumi musim pak haji yang mengambil untung 10.000 .

Terus seolah memberitahu pembeli kalau mau murah ya larisin pak haji. Mulai disini saja udah aneh. Kenapa ketika kita tidak bisa bersaing terus menggunakan agama ?

Kenapa logika Koh Steven Indra Wibowo ini tidak mengajari pribumi muslim di contoh itu untuk bagaimana mendapatkan 1000 pembeli ? Tanpa dikasih tau itu pun sudah banyak pribumi muslim yang cari untung juga sedikit karena mengejar volume pembelian. Dan ada pun pribumi muslim yang mengejar kualitas pembelian dengan menjual lebih mahal dengan yang lain. Itu pilihan dalam berbisnis bahkan tanpa kita ngomongin penjual chinanya.

Namun apakah ada jaminan ? ketika menyuruh yang seiman untuk membeli produknya produknya akan turun? ya belum pasti. Karena kita tidak tau isi ati seseorang dalam berbisnis itu mengejar apa.

Dan pewawancaranya pun hanya iya iyain aja. Belum lagi katanya dia pake hastag #Belidarimuslim . Hubungan antara pribumi dan muslim itu hampir tidak ada. Apakah semua pribumi ini muslim ? ya gak juga. Apakah cina muslim yang menjual dengan mencari untung lebig sedikit tidak ada ? ya tentunya ada.

Sungguh tidak ada kolerasi strategi bisnis ini dengan agama.

Terus disambungin lagi toko china untungnya sebagian untuk gereja, toko pribumi muslim untuknya untuk sedekah masjid atau menafkai anak istrinya. Dari mana kita bisa tau hati seseorang ? dari mana kita tau dia akan melakukan itu ? Kalau uangnya buat ngewe atau buat produk cina buat beliin sepeda atau hp anaknya gimana ? Jadi sungguh tidak masuk akal logika ini.

Terus arah logika yang dituju memang kearah untung yang menurut dia untuk gereja dll. Lah

Jumlah masjid 800.000, setiap 225 orang muslim mulai dari bayi hingga dewasa setidaknya memiliki satu masjid. Itu kata Mantan Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla. Dengan jumlah segitu kan fokus utamanya harusnya ngramein biar yang adzan bukan lansia disetiap waktu sholatnya terutama subuh.

Jumlah Gereja Katolik 12.473. Gereja Protestan 43.909, Vihara 7.129. Pura Hindu 24.431. Menurut ane sangat jauh. Istilah simpelnya, islam itu sudah menang telak disini. Bahkan bisa jadi tempat ibadah terbanyak yang tanpa imb pembangunan tempat ibadah, bukannya itu tidak kalah keren. Jadi misal dilanjut lagi sebagai tujuan kristenisasi, katoliksasi, hinduisasi, budhaisasi, konghucuisasi itu sangat2 jauh.

Belum lagi jumlah umatnya menurut data ini, sangat sangat jauh. Permasalahnya dari jumlah itu masih banyak orang islam yang miskin itu PR nya gimana ngajarin biar kaya, mainset gapapa miskin yang penting masuk surga itu harusnya sudah bisa diilangkan. Bagaimana kalian itu bisa menjadi kaya dan masuk surga. Ya minimal menjadi muslim miskin yang tidak menyusahkan sodara seimannya. Karena ketika masih ada kata mengeluh karena miskin ya kamu tidak mensyukuri menjadi muslim yang miskin. Dari pada jadi orang munafik ya berusahalah menjadi muslim yang kaya.

Sedang di video ini dimeit ke 21 sampai akhir dia bilang dahwah itu simpel yang penting tau adab dan akhlak seorang muslim dan biarkan Allah yang memutuskan selanjutkan dan tugas kita sebagai manusia hanya iktiar karena buka usaha gak ada yang menjadikan sukses hasil terserah Allah.

Di video diatas Koh Steven Indra Wibowo juga bilang tidak ada agama lain yang mengajarkan ikhlas, gak ada agama lain yang mengajarkan kesabaran. Apalagi dia menyinggung Tabayyun dan Khusnudzon , ketika membahas Khusnudzon pun dia bilang nikmatnya Khusnudzon tanpa mikirin jeleknya orang gak mikirin keburukan orang. Padahal divideo awal tentang kenapa china murah disitu sama sekali tidak ada tabayyun dan khusnudzon. Bahkan tidak mengajari warung pribumi muslim untuk iktiar namun dengan shorcart muslim suruh belanja disana. Padahal dia tahu panasnya api neraka melebihi karet gelang.

Saya masih ingat sampai sekarang bagaiman tetangga china kafir saya sangat sabar dan ikhlas. Mungkin pribumi mau kafir mau islam pun sangat jarang yang bisa seperti mereka. Bayangin aja mereka tetap rela belanja kepasar naik motor butut atau sepeda jengki. Padahal bisa dan punya mobil. Semata2 hanya biar anak turun mereka tidak susah dan mobilnya biar dipakai anakknya yang kebetulan teman sepermainan ane. Pribumi kafir atau pribumi islam mana kuat nahan untung begitu lama.

Etlis agama mereka mengajarkan ilmu sabar atau ikhlas ane juga kurang tahu. Yang jelas mereka sudah mengimplemantasikan itu. Dan yang penting itu memang ceramah ceramah tentang implementasi sabar dan iklas bukan hanya sekedar sabar dan iklas adalah yang mungkin sudah bisa dicari di Google.

Di akhir video juga Koh Steven Indra Wibowo ini menawarkan franchisenya, yang ane juga gak tau akadnya. Jika akadnya seperti video dibawah ini tentu saja tidak boleh, Ini dijawab langsung ama ustad dibawah ini bukan ane yang bilang. Jika memang akadnya seperti itu kalau bukan seperti itu ya gak masalah.

Juga menurut ane yang keren adalah kata kata dihalaman franchisenya 😀

bagaimana membantu perekonomian ummatnya?

dengan ikut dalam franchise ini, ikut membantu petani kopi Indonesia, mulai dari buruh kopi yang ikut memetik kopi, menjemur, mengangkut, roaster atau pemanggang kopi, dan semua dalam satu rangkaian yang kami bebaskan mereka dari RIBA sehingga mereka juga ikut dalam satu gerbong yang sudah bebas dari RIBA dan sekaligus memajukan usaha perkopian di Indonesia yang sesuai syariah Islam

sambil bisnis sambil menyebar sunnah, ada disetiap gelas kita

Cara menikmati kopi kita:

  1. Cari tempat duduk, jangan duduk di tempat orang
  2. Baca Bismillah
  3. Goyang gelas kopinya, cukup gelasnya aja yg goyang
  4. Coblos gelas pake sedotan, jangan yg laen
  5. Sruput pake sedotan seteguk demi seteguk
  6. Nikmati dan ucapkan maasyaAllah alhamdulillah
  7. Lanjutkan langkah no 5 dan 6 seterusnya
  8. Setelah habis, buang gelas kosong ke tempat sampah

Selamat enjoy ^_^

Menjual kopi dengan alasan mensejakterakan petani adalah omong kosong, karena pada akhirnya semua akan menjadi kapitalis.

Sejatinya berbisnis dengan agama memang tidak dilarang, bahkan membisniskan agama juga tidak masalah. Namun seyogyanya ilmu dia tentang agama yang mungkin sudah banyak selepas jadi mualaf bisa disampaikan dengan cara yang pas.

Mengajari orang untuk menjadi kaya dengan cara islam itu tidak ada habisnya untuk dibahas, bahkan jika dibahas tanpa meyingung agama lain. Sampai ribuan tahun selepas Nabi terakhir pun, membahas thaharah itu tidak akan pernah selesai. Tolak ukur kesuksesan sebuah keyainan itu bukan darii banyaknya umatnya, namun dari banyaknya orang yang memenuhi tempat ibadahnya. Dan tempat ibadah yang disana banyak anak mudanya adalah pertanda regenerasi agama itu banyak. Mengajak orang agar bisa berpindah agama itu juga baik, walau ini juga gak jauh beda dengan islamisasi tapi kebanyakan akan merasa ini adalah hal benar, walau menurut ane gak beda dengan mereka yang melakukan itu. Tapi membuat orang2 yang menganut agama itu untuk menjadi lebih baik lagi itu yang susah. Secara logika keluar islam akan melahirkan generasi islam hampir 99% jadi masalah duniawi yang ini kayak e secara default sudah tidak perlu difokuskan. Grafik diatas bahkan secara data bisa memprediksi jumlah penganut agama ini sampai 2050.

Sekali lagi disini ane hanya memberi sudut pandang lain dan sedikit berfikir kritis atau lebih tepatnya mengkritisi. Tidak ada maksut sedikitpun untuk menjatuhkan. Internet adalah ruang yang bebas terbatas. Salam kenal dari ane Koh Steven Indra Wibowo.

Dengarkan podcast saya disini https://open.spotify.com/show/2xm2N4FYSz8bGt47bqfSHQ?si=YIAi8kJ_TBCEbsMwy1QVBQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s