Kopi Bayar Seiklasnya, Jualan Agama dan Tanggung Jawab Besar Dibelakannya.


Kopi bayar seiklasnya menjadi banyak perbincangan orang-orang yang terlalu lugu dalam menilai sebuah bisnis. Diluar embel2 agama, jika kita ngomongin bisnis sebenarnya HPP kopi itu sangat kecil sehingga potensi profitnya tinggi. Butuh gimik dan relasi viral sebenarnya mahalnya atau pusingnya itu mikirin itunya.

Untuk membuat 1 cakir kopi, sebagai acuan dasar SJW kopi, kamu bisa menyeduh 10 gram bubuk kopi untuk membuat secangkir kopi sebanyak 150-180 ml. Berarti secara hitungan bisnis jika kita mendapakan kopi siap pakai suah dirosting dll. Taruhlah Rp. 200.000 / KG. Maka per 10 gramnya adalah Rp. 2000 + taruhlah kita hitung biaya masak air dan gasnya Rp.500 jadi hpp hanya Rp. 2.500 kalau ente mau itung lebih detai lagi juga monggo. Dan harga itu ane ngitung dari harga kopi yang 200.000 perkilo tentu akan lebih murah lagi kalau beli langsung dari petani dan dirodtingin yang mungkin bisa separuh dari itu dan tentunya harga Hpp nya juga akan berkurang lagi.

Setelah kita sudah tau itu, jika kalian orang pinter tentu tidak akan pernah berfikir dia akan rugi menggunakan metode bayar seiklasnya. Apalagi kita bisa liat video2 di youtube banyak orang yang sudah nyobain dan me wawancarai baristanya bahwa yang seiklasya adalah kopi kopi yang polosan, kalau kalian kopi2 yang lain dan dan ambil makanan ya ada harganya, jadi paham kan meod bisnisnya ?

Dibanyak video di youtube juga barista bilang ada yang bayar 1.500 atau yang 10.000 atau yang 50.000 jadi jika hpp satu kopi cuma 2.500 dapet yang kasih 50.000 aja bisa buat nutup 20 cangkir. Di indon, Pepeng klinik kopi lebih awal menerapkan ini dari pada para kokoh kokoh mualaf interprainer itu. Dengan menaruh wadah mau bayar berapapun terserah dan mau ambil kembalian ambil sendiri.

Bayangin aja jika kopi2 seperti ini dijual secara menu dengan harga 15K jelas profinya juga berkali kali lipat.

Bisnis ini dari awal memang HPP nya sudah murah bayangkan jika ditambah dengan gimik agama.

Karena ginik bayar seiklasnya sudah jadi makaya kamu harus tetap mikir profit dengan harus punya menu pendaping untuk mendapatkan inkam, nah disinilah kopi bayar seiklasnya ini bermain. Buat saya omong kosong dalam kasus ini berjualan mencari rugi. Karena konsep ini hanya gimik yg dibungkus agama beda kasus dengan china mualaf lainnya yang jualan nasi kuning Podjok Halal milik Jusuf Hamka. Yang beda level dengan pemilik kopi bayar seiklasnya steven indra wibowo yang selalu berkata masalah pribumi dan muslim sedangkan jusuf hamka sudah berbicara masalah manusia.

Apakah berjualan dengan agama seperti kopi bayar seiklasnya ini menarik ?

Ya tentu saja menarik, berbisnis dengan agama itu dapat meningkat profit berkali kali lipat. Saya luayan sering berjualan dengan agama. Sandal gabus yang saya beli dengan harga 5.000 bisa meningkat menjaadi diats 300% hanya dengan saya menambahkan ayat tentang pahala jariah, setelah tau apa itu pahala jariah ane tinggal memberikan salah satu contoh yaitu membelikan sandal masjid dan ane menjual sarana kamu mendapatkan amal jariah itu.

Rata2 bisnis dengan memanfaatkan agama adalah bisnis yang berkaitan dengan amalan terutama jariah. Sampai sini paham ya ?

Tanggung jawab besar dibelakangnya ?

Ya itu juga kenapa ane sertakan didalam judul juga, karena ini menurut ane bisa mendekatkan kalian ke dosa yang besar jika menikmati uang dari amanah yang orang titipkan. Banyak video yang diunggah dengan bilang ngopi sekalian sodakoh. Padahal sebelum kita ngomongin sodakoh kita harus membedakan antara kewajiban dan sedekah. Bahkan membayar utang itu harus lebih didahulukan dari pada bersedekah jadi pentinya berfikir itu untuk memfilter hal2 seperti ini. Bayangin jika pembeli bilang sisanya buat sedekah anak yatim dan kalian anggap itu adalah profit lebih dan kalian nikmatin itu. itu kenapa nabi kalian itu menyuruh untuk yang pasti2 saja dan Dia gak pernah ngajarin sistem bisnis seperti itu cuk. Tapi pasti akan disanggah dengan konteks jika uangnya disisihkan ke agamnya pasti ada niatan bla bla bla, karena narasi dari awal sudah itu.

Mau dikristeni sasi, katoliksasi, hinduisasi, budhaisasi, kejawenisasi dll juga secara logika tidak akan terus membuat data dibawah ini berbalik. Kenapa tidak fokus membuat yang islam lebih kaya biar bisa beramal lebih banyak lagi. Atau fokus ngeramein masjid biar yang adzan subuh atau semua waktu sholatnya tidak selalu lansia.

Atau mengajarkan menejemen keuangan yang baik jika menerapkan sodakoh diwarungnya agar uang sodakoh orang tidak bercampur dengan uang kita. Ane rasa itu lebih bermanfaat, Karena sungguh tanggung jawab itu sangat besar nantinya diakherat jika kamu beragama islam tentunya.

Dengarkan podcast saya disini https://open.spotify.com/show/2xm2N4FYSz8bGt47bqfSHQ?si=YIAi8kJ_TBCEbsMwy1QVBQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s