Jangan Sok Terlalu Ati Kopi Saset dan Memaksakan Market


Soal rasa dan kenikmatan itu tidak dapat dipaksakan termasuk kopi. Ane bukan orang yang holik kopi tapi suka dengan sesuatu hal tidak bening. Original ane suka, saset pun tak kalah suka. Era dimana petani selalu menjadi tameng untuk memperkaya diri dan menilai yang lain salah dan tidak benar.

Suka original boleh tapi juga tak lantas menyalahkan kenikmatan orang lain. Mengkploitasi petani suatu wilayah untuk mengangkat potensi sah-sah saja dan itu bagus. Namun poin utama adalah kenikmatan hasil petani itu sendiri.

Seolah kopi saset yang dibilang campur jagung adalah sebuah hal hina untuk dinikmati, namun untuk menikmati secangkirnya sebagian merasa tidak mampu untuk membeli, untuk sebuah kenikmatan. Disisi lain, jutaan orang terangkat harkat dan martabatnya serta perputaran uang juga lebih melibatkan orang banyak.

Aa, burjo mungkin menjadi salah satu orang yang mendapatkan imbas dari kopi saset. Mahasiswa mungkin menjadi salah satu variabel penikmat yang merasakan kenikmatan. Sebagian orang nikmat dengan segelas kopi seharga 25 ribu. Namun sebagian cukup nikmat dengan kopi 500 rupiah.

Memaksakan diri untuk mengedukasi orang adalah hal yang melelahkan dibandingkan dengan mengikuti arus jika hasil akhirnya adalah sama-sama uang.

Semua bisa berjalan bareng, tanpa salin menjatuhkan atau menghakimi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s