R80 Cita-Cita Bj HABIBIE Ini Sebenarnya Bisa Cepat Terealisasi, Apa Perlu Ganti Koin Untuk R80 ?


Ane cukup kagum dengan cita2 BJ Habibie yang ingin membuat pesawat R80 ini. Cita – cita besar untuk rakyat Indonesia agar memiliki pesawat sendiri yang tentunya juga membuat transportasi ini menjadi lebih murah nantinya. Itu sih yang bisa ane terawang dari R80 ini.

Sekarang ane akan mencoba itung-itungan ala membeli indonesia YM. Total biaya pembuatan prototype pesawat R80 mencapai lebih dari Rp 200 Milyar. Sedangkan untuk keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai US$ 1.5 Billion atau sekitar 20 trilyun Rupiah.

Uang segitu sebenarnya jika jumlah warga indonesia ini urunan 1.000 saja, sudah dapet berapa itu. Kita menggunakan asumsi 200.000.000 juta jiwa saja. Bararti kan hampir 200.000.000.000 atau 200 Milyar. Kalau diatas 1.000 tentunya akan lebih banyak lagi.

Apalagi di era milenial seperti saat ini. Sepertinya jika menggandeng Ustadz sejuta download YM. Atau aplikasi sejuta lebih seperti Gojek dll iru sepertinya akan cepat terealisasi cita-cita itu. Paytren nya YM itu udah 1 juta lebi, Gojek itu sudah 15 juta lebih belum lagi jika ditambah berapa banyak pendownload mobile banking bank atau berapa banyak kantor bank di Indonesia ini belum lagi Tokopedia, Bukalapak dll. Ane rasa mungkin uang segitu akan cepat dapet. Jadi tidak harus hanya via kitabisa kanalnya.

Terkadang suka miris ketika sesuatu itu harus ada unsur iba terlebih dahulu untuk baru mau melakukan hal itu. Tentu masih inget model2 kayak gini seinget ane mulai benar2 menjadi wow ketika kasus prita. Dan jumlah donasinya mencapai 825.000.000 pada 2009. Selang setahun tentu kita masih ingat juga koin untuk bilqis yang mencapai 1.300.000.000. Selang setahun lagi ada Koin Untuk KPK yang mencapai 400.000.000 . Koin untuk Australia saja hanya 4 jutaan. Koin untuk Rio terkumpul sekitar 250.000.000. Bahkan sumbangan untuk Ibu Saeni atau Ibu Eni pemilik warung Tegal atau warteg yang dirazia ramadhan 2016 saja mencapai 200 jutaan. Yang terakhir kemarin sepertinya bantuan untuk tukan ojek yang tidak ikut ojol, masih tua dan tetap semangat kerja mendapatkan 50 juta lebih, sepetinya juag via Kitabisa. yang terakhir mungkin Koin Persib yang mencapai 100 juta lebih jumlahnya.

Dari data diatas saja sebenarnya sangat bisa menjadikan asumsi menurut ane dan membaca gerakan2 mana yang penyulutnya bisa membuat orang untuk tergerak. Walau akhirnya sebagian memang disumbangkan untuk keperluan orang banyak. Ane tidak menilai jelek gerakan2 diatas dan cukup simpati namun hanya menilai dari segi spikologis orang indonesia pada umumnya khususnya pengguna internet.

Mungkin ane bisa mengkategorikan yang memantik untuk melakukan donasi seperti ini :

  • Iba ( personal ) = Hasilnya Sangat Banyak dan Cepat
  • Iba ( personal ) + sedikit unsur agama = Banyak
  • Iba ( Orang banyak ) + sedikit unsur agama = Banyak
  • Sedikit mengandung agama = Lumayan
  • Nasionalis ( yang tidak bermanfaat untuk orang banyak kecuali nama baik bangsa ) + Personal = Lumayan
  • Nasionalis ( mengandung manfaat bagi orang banyak nantinya ) = Lumayan

 

Dari data itu pun sebenarnya cukup jelas, oleh karena itu jika memang serius dan bisa mengandung yang punya corong massa banyak, penggabungan menambahkan lagi masyarakat niche urban + niche agama tentu akan lebih cepat lagi.

Dan hal sebenarnya ane sayangkan jika niatnya memang ingin merasa bangga dengan gotongroyong. Sebenarnya tidak perlu membuat paket yang berikan kenang2an barang. Kalau pun tetap ingin menggunakan barang sebagai pemicu orang untuk menyubang dibuat kempen sendiri dimana dengan membeli barang ini berarti anda ikut membantu bla bla bla. Karena jelas barang ada harga HPP nya dan spertinya agak tidak wah ketika banyak tetapi ane yakin tidak mau rugi karena dapet jaket atau kaos yang keren.

Tapi ini tidak membuat ane jadi kehilangan respect dengan R80. Ane tetap bangga jika semua ini bisa terealisasi dan realistis juga dengan jumlah orang2 seperti Bj Habibie ini tidak banyak dan mungkin lebih parahnya lagi tidak muda lagi dan regenerasinya masih sangat kurang dibanding mahasiswa akuntasi atau ekonomi. Dan rekam jejaknya sepertinya lebih masuk akal timbang  Dwi Hartanto.

Jangan lupa berpartisipasi, Gogling aja pake keyword R80 pesawat

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s