Upacara Bendera OPM, Asrama Papua Jogja, Referendum dan Separatisme


Kata kata diatas sangat gencar keluar beberapa hari ini, dan beberapa sumber dihembuskan oleh CNN Indonesia dengan dengan judul yang klikbait serta menjadi viral . Ane tidak akan membahas tentang benturan yang terjadi dengan masyarakat jogja itu sendiri. Karena sudah ane bahas disini. Dan beberapa orang yang sangat semangat mengshare berita itu ketika di jelaskan dengan faktor sejarah panjang pun tidak akan pernah menggubris. hal tentang demo dan bentrok dengan aparat itu sendiri yang akan digunakan sebagai topik utama. Maka dari itu ane akan menelaah dari sisi ini dan agar sedikit bergeser pandangan agar juga terlihat.

Selalu yang dibahas bukan core dari akar permasalahannya, namun mengambil sedikit fator sensitif yang diangkat.

Warga jogja itu Rasisme, Warga jogja itu menuntut referendum tidak dianggap separatis.

Ane akan coba jelaskan, saat jogja menuntut referendum tentu beda  dengan apa yang terjadi dengan kasus kemarin.  Untuk ngomongin referendum kita harus tahu apa itu arti referendum.

Referendum (dari bahasa Latin) atau jajak pendapat adalah suatu proses pemungutan suara semesta untuk mengambil sebuah keputusan[ terutama keputusan politik yang memengaruhi suatu negara secara keseluruhan, misalnya seperti adopsi atau amendemen konstitusi atau undang-undang baru, atau perubahan wilayah suatu negara.

Pada sebuah referendum, masyarakat yang memiliki hak pilih dimintai pendapatnya. Hasil referendum bisa dianggap mengikat atau tidak mengikat. Sebuah referendum dianggap mengikat apabila pemerintah harus mengikuti seluruh jawaban rakyat yang ada dalam hasil referendum. Apabila referendum tidak mengikat, berarti referendum itu hanya digunakan sebagai fungsi penasihat saja, di mana hasil yang ada tidak harus diikuti, namun menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

Pada umumnya, terdapat dua jenis referendum, yaitu referendum legislatif dan referendum semesta. Referendum legislatif dilakukan apabila suatu adopsi atau perubahan/pembaharuan konstitusi atau undang-undang mewajibkan adanya persetujuan rakyat seluruhnya. Sedangkan referendum semesta adalah sebuah aksi referendum yang diselenggarakan berdasarkan kemauan rakyat, yang didahului oleh sebuah aksi demonstrasi atau petisi yang berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas. Sumber wiki

 

Selanjutnya untuk ngobrolin separatis, kita juga harus tahu apa itu saparatis. Jangan sampai kita gak tahu artinya

Separatisme politis adalah suatu gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia (biasanya kelompok dengan kesadaran nasional yang tajam) dari satu sama lain (atau suatu negara lain). Istilah ini biasanya tidak diterima para kelompok separatis sendiri karena mereka menganggapnya kasar, dan memilih istilah yang lebih netral seperti determinasi diri.

Gerakan separatis sering merupakan gerakan yang politis dan damai. Telah ada gerakan separatis yang damai diQuebec, Kanada selama tiga puluh tahun terakhir, dan gerakan yang damai juga terjadi semasa perpecahanCekoslowakia dan Uni Soviet. Singapura juga lepas dari Federasi Malaysia dengan damai.

Separatisme juga sering merupakan tindak balas yang kasar dan brutal terhadap suatu pengambilalihan militer yang terjadi dahulu. Di seluruh dunia banyak kelompok teroris menyatakan bahwa separatisme adalah satu-satunya cara untuk meraih tujuan mereka mencapai kemerdekaan. Ini termasuk kelompok Basque ETA diPerancis dan Spanyol, separatis Sikh di India pada 1980-an, IRA di Irlandia pada masa pergantian abad danFront de Libération du Québec pada 1960-an. Kampanye gerilya seperti ini juga bisa menyebabkan perang saudara seperti yang terjadi di Chechnya.

Motivasi untuk separatisme

Gerakan separatis biasanya berbasis nasionalisme atau kekuatan religius. Selain itu, separatisme juga bisa terjadi karena perasaan kurangnya kekuatan politis dan ekonomi suatu kelompok.

Daerah Basque di Spanyol, yang belum merdeka selama berabad-abad lamanya, mengembangkan kelompok separatis yang kasar sebagai reaksi terhadap aksi penindasan yang kasar oleh rezim Francisco Franco. Hal yang sama terjadi di Ethiopia di mana para pemberontak Eritrea lebih marah terhadap despotisme dan korupsi daripada sebuah negara Eritrea yang tidak mempunyai sejarah yang panjang.

Yang dilakukan di Asrama Papua itu salah satunya adalah mengibarkan bendera OPM . bahkan diupload dibeberapa situs. ane melihat banyak foto itu sliwar sliwer di Facebook dan twitter. namun benar benar gak sempet mau save. hanya beberapa foto yang bisa ane temukan saat menulis ini. Salah satunya ini

amp1

Sumber foto kabarmapegaa.com <- klik juga kalau mau tahu aktifitas saat upacara itu apa saja.

CnYiShcUIAEPHyH

Bahkan saat demo hingga berjalan kaki sampai arah pertigaan kuburan semar pun tetap berorasi dengan menggunakan atribut2 OPM. Jika belum tahu apa itu OPM sila caritahu. Ini foto foto OPM

CO_ECYKUEAA0ELl CDWMctYUMAER3Nj CVEMkmaUEAAKNfW

Jika memang sebagian warga papua yang sedang berdemo itu tidak membawa atribut itu, ane yakin semua akan berjalan dengan aman. Ane sendiri sudah tulis beberapa kali diartikel sebelumnya bahwa ane tidak anti dengan demo, namun jika demo itu menggunakan atribut separatis mungkin kalau ane hanya sedikit tidak respek.

Bayangkan saja, orang hanya menggunakan atribut PKI saja kalian musuhi sebegitu getolnya. Jadi siapa yang memiliki standar ganda sebenarnya ? TNI mati matian perang dengan para tentara OPM. Sedang yang ada didepan mata kalian bela mati-matian. Sekali lagi ane tidak anti demo namun demo dengan atribut OPM itu lain cerita. Ane kutip sedikit kicauan orang di facebook seperti ini.

“Yang paling jelas dari rasisme adalah standar ganda. Saya boleh melakukannya, tapi kamu tidak. Ada hak yang tidak sama disini. Orang Yogya bisa menuntut referendum, tapi orang Papua tidak. Orang Yogya tidak kena tuduhan separatis kalau minta berpisah dari Republik Indonesia. Tapi kalau yang meminta itu adalah orang Aceh, Dayak, atau Papua, dengan segera cap separatis itu ditempelkan.”

made supriatma
Tulisannya masih panjang, tapi ane skrenshot gak bisa kepanjangan,

Ane bisa pastikan orang2 seperti ini tidak melihat dengan jelas atribut apa yang mereka gunakan, bahkan mungkin mereka tidak tahu apa itu OPM. Kenapa harus rasis yang menjadi pokok perbincangan ? ketika yang diributkan dilapangan tidak melulu masalah itu. Mungkin lain cerita jika mereka yang berdemo itu hanya menggunakan spanduk2 ingin mengeluarkan pendapat tidak ada atribut OPM dll terus tau tau dikepung tentara dll. Ane yakin tentu akan banyak respek. Bayanginlah jika ada pemberontak menyanyikan lagu kebangsaan mereka dan mengibarkan bendera mereka di Negara kalian apa kalian tetap peduli ?

OPM asrama papua
Gambar dari twitter, sila upload aja gambar di Google nanti nak nemu yang upload siapa, yang jelas ini foto asli kemarin

OPM asrama papua 2

 

Dan dibawah ini adalah video aksi demo pada bulan bulan sebelumnya.

Jika kalian bisa melihat hasil foto diatas, banyakkah teman teman papua yang mengikuti acara itu ? ane yakin jumlah pelajar dan mahasiswa papua yang ada di Jogja beberapa kali lipat dari mereka namun mungkin memilih tidak untuk memperingati hari proklamasi kemerdekaan West Papua, mungkin mereka lebih memilih indonesia. Atau mungkin mereka juga ingin merdeka namun tidak dengan paham OPM. Sibuk belajar untuk membangun Papua. Jadi apakah aksi yang mereka lakukan dengan mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota adalah akti dari seluruh mahasiswa dan pelajar papua di Jogja ? kalau kalian mikir pasti tau jawabannya.

Ane malah tidak bisa membayangkan ketika mereka tidak diamankan aparat di dalam asrama. Ketika orang terpancing emosi melihat penggunaan atribut OPM ditambah dengan teringat sejarah kelam oknum yang mungkin terus tertanam. Mungkin akan lebih parah dari itu. Sebenarnya malah ane juga menyayangkan sikap kurang tegas aparat kenapa tidak memberikan sosialiasi saat warga papua yang demo itu mengajukan izin. Misal dengan boleh demo namun tidak membawa atribut OPM atau aktifitas pengibaran bendera OPM. Atau apa memang ketika izin bilang tidak akan menggunakan apapun yang berhubungan dengan OPM namun tetap menggunakan atribut itu. kita juga tidak tahu.

Jadi siapa yang berstandar ganda sekarang ?

mas angga s

Ada yang bilang lah apa bedanya dengan Jogja kemarin yang udah bikin lagu kebangsaan, bendera, paspor, uang sendiri. halow kamu kurang piknik. Emang pernah ya Sri Sultan bilang sudah memiliki bendera sendiri, pasport dll saat referendum dulu saat pidato ? Kalau yang ada dimensos mah orang iseng bikin begituan. Bahkan pengibaran bendera di Jogja saat referendum kemarin hanyalah  performance art. bendera itu belum dan tidak pernah dinyatakan sebagai bendera negara yogyakarta. selama menjadi bagian NKRI, belum pernah sekalipun dari entitas masyarakat jogja yang manapun, yang mengibarkan bendera itu, menghormati, upacara layaknya seremonial resmi kenegaraan. Bahkan lagu Jogja Istimewa yang dibawakan Juki pun bukan dan tidak pernah dinyatakan dalam referendum itu atau hingga saat ini dinyatakan menjadi lagu kebangsaan Negara Yogyakarta walau lagu Kla Project – Yogyakarta tetap menjadi lagu sepanjang masa indonesia.

Jika hanya itu yang digunakan sebagai sanggahan ane rasa sih kalian yang mungkin sepaham dengan orang2 seperti itu harus lebih banyak membaca, biar gak sama dengan masyarakat yang memiliki kamus Pokemon Go dalam bahasa syiac adalah Aku Yahudi. Dan kalian harus tahu bahwa OPM itu benar benar sudah punya Tentara, Bendera, lagu kebangsaan, bahkan text proklamasi.

-4 Mas Angga Orang Jawa mah enak. Jogja bikin Referendum ga...

Jadi kesimpulannya, kalian harus sedikit mikir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s