Jogja, Papua dan Kusumanegara Tidak Sesempit Itu Disimpulkan


Ane gatel untuk menulis tentang ini semua, namun bukan tujuan untuk klikbait, untuk mencari trefik. Hanya sekedar ini menuliskan apa yang ane pikirkan. Karena 140 kata kadang susah dicerna.

Ane lahir dan besar di salah satu kampung bernama Glagahsari. Dimana diapit oleh kampung miliran, Janturan, Tahunan. Sejak ane lahir asrama papua itu sudah ada. Karena asrama papua jogja itu memang sudah ada sejak tahun 70 an. Dulu sebelum Irian Jaya menjadi Papua. Orang orang lebih mengenal dengan Asrama Irian.

Ane masih ingat tetangga ane, orang memanggilnya Kak Yos. Dia juga merupakan ketua Asrama Irian di Kusumanegara itu cukup lama dimasa ane kecil. Saat ini beliau sudah meninggal. Istri kak Yos adalah teman dekat ummi ane karena temen arisan, temen senam dll. Bahkan anak pertama nya adalah teman masa kecil ane hingga kuliah dan melanjutkan untuk balik ke Papua. Adiknya pun adalah teman adik ane masa kecil dari TK. Bahkan 2 anak terakhirnya yang kembar pun adalah teman main ponakan ane. Sekarang memang teman teman masa kecil ane itu telah kembali ke Papua. Hanya ibu dan adik kak Yos yang tinggal disana.

Ya ane telah tumbuh bersama teman teman papua dari ane lahir hingga saat ini, dimana ane juga punya banyak teman kampus dari Papua.

Tentang konflik dari ane kecil yang sering terjadi

Konflik konflik kecil kadang terjadi di kampung, dari hanya sekedar bersenggolan, sepakbola hingga hal hal kecil yang memicu seperti tawuran antar warga dan orang Papua. Entah berapa kali Apotik K24 itu ganti kaca karena dihancurkan oleh temen temen Papua saat bentrok dengan warga. Etah berapa kali kak yos selalu melerai dan menjadi penengah atas adik adik dia sesama Papua. Disini ane tidak menyudutkan karena hal hal kecil yang terjadi di Asrama yang berdampak hingga rusuh dan tentunya masuk koran dan berita berita lain sehingga ketika ada kejadian yang terjadi diluar itu yang itu juga melibatkan teman-teman dari papua itu sehingga itu tertanam hingga saat ini.

Kriminalitas dll yang terjadi itu yang tertanam. Ane yakin lebih banyak teman2 Papua yang membaur dengan masyarat saat ini dibandingkan belasan tahun silam. Ane kurang tahu namun setahu ane untuk beberapa puluh tahun yang lalu memang pengguni Asrama itu mungkin bisa dibilang hanya teman2 Papua yang menimba ilmu di Jogja, Tidak ada batasan harus berprestasi pendidikan apa, atau bahkan batas tinggal disana berapa. Namun sepertinya untuk saat ini sudah sangat beda. Dimana yang tinggal disana memang Putra daerah Papua yang memang memiliki prestasi dan ingin menimba ilmu di Jogja. Maaf kalau secara sistem di Asramanya sendiri seperti apa ane kurang tahu tentang sistem siapa saja yang boleh tinggal disana dll dll.

Beberapa tahun terakhir ini bahkan jika memang ada temen mereka yang resek mungkin karena mabuk, Kadang mereka yang sudah niat disini buat sekolah buat belajar malah tidak suka dengan kelakuan teman teman mereka, terkadang malah kalau mabuk buat onar mereka bilang ” Pukul saja itu teman saya yang mabuk” . Yang disini niat kuliah sekolah ane rasa mereka yang gampang membaur hampir sudah seperti tinggal dikota mereka sendiri.

Ane lupa dulu punya kenalan orang asrama mungkin sekarang sudah balik ke Papua atau dimana ane juga kurang tahu, saat itu ane masih awal awal SD. Ummi ane jualan pecel lele saat itu dan mungkin penjual pecel lele pertama di Jl Kusumanegara saat itu. Hingga ahirnya tutup setelah gempa Jogja karena semua peralatan dan rumah ane hancur. kembali lagi ke kakak Papua itu, ane lupa namanya pokoknya dulu dia sangat dekat dengan keluarga ane. Setiap makan malam pasti diwarung ane dan hal yang masih ane ingat adalah pasti dia minta minyak 1-2 sendok untuk dicampur di nasi. Dan dia pasti selalu memakan ekor lele terlebih dahulu apalagi ketika membeli banyak dan dibungkus:mrgreen: , beberapa kali saat minggu juga ane sering diajak keluar jalan naik motor. Dan kakak Papua itu juga mungkin termasuk yang tidak pernah minum dan mungkin kalau saya boleh bilang dan tidak bermaksut apa apa. Dia lebih terlihat berpendidikan saat itu dari tutur kata sikap dan tingkah laku. Walau mungkin masih banyak yang seperti dia yang mungkin ane tidak kenal.

Banyak kejadian yang berujung ke bentrok biasanya lebih karena minuman keras. Ya seperti kita tahu tentu harga minuman di Jogja lebih murah dan termasuk biaya hidup, Jadi mungkin jika uang makan yang diberikan orang tua dengan harga makan disana mungkin bisa buat makan 2-3 hari di Jogja.

Sejarah yang terus berjalan dari tahun 70 an itulah yang tidak banyak orang tahu jika memang tidak lama di Jogja.

Kemarin ane sempet sedikit bersahut2an di twitter, yang akhirnya orang itu mentweet . “Ini masalah warga Jogja, orang Jakarta mana ngerti” Gitu? .

imam wiratmadja ‏@Outstandjing Nah orang2 seperti ini yang memang aslinya tidak ngerti sejarah kebelakang tentang kenapa seolah masalah Jogja dan Papua dianggep masalah baru dan simpulkan dari satu kejadian terbaru, sesimpel pedukung Barca baru yang tau bagaimana bencinya katalan kepada Madrid itu hanya masalah Figo yang hijrah ke Madrid, Bukan sejarah panjang dibelakangnya. Mungkin itu gambaran paling gampang dari bola untuk pemikiran mereka. menurut ane butuh minimal 15 tahun orang yang pernah tinggal di Jogja untuk cukup ngerti tentang masalah ini. karena sejatinya Jogja dan Papua sendiri jika dikaitkan dengan berdirinya asrama dll di Jogja itu sudah hampir 45 tahun lebih. Dan 15 tahun dari sekarang adalah mungkin yang pernah tinggal di Jogja dari tahun 2000 . Sedang Asrama Papua menjadi lebih berisi putra daerah mereka yang memang benar benar serius sekolah belum ada 10 tahun ini. Dan ini bukan maksut ane menggap yang diluar 10 tahun kebelakang  ini gimana-gimana. Namun faktanya konflik dengan warga yang berawal dari saling lihat, mabuk dll bisa dihitungan dengan jari 10 tahun ini beda dengan beberapa tahun sebelumnya. Mungkin juga kisah dimana Hameng Kubuwono IX yang dititipi para pelajar Papua untuk mengenyam pendidikan di Jogja bahkan hingga sultan ke IX pun menjamin keselematan mereka saat mengenyam pendidikan di Jogja pun mereka mungkin tidak tahu.

Bahkan sebagian mahasiswa  Papua yang di Jogja masih susah berbaur dengan teman mereka sendiri dari Papua karena perbedaan asal suku mereka di Papua itu sendiri. Di Intenet sendiri gak sedikit teman teman dari Papua yang mungkin pernah kuliah atau tinggal di Jogja pun menulis kisah kisah mereka selama di Jogja lewat blog dan berpesan untuk adik adik mereka kelak yang ingin menempuh pendidikan di Jogja untuk meninggalkan kebiasaan mabuk dll.

Berita berita headline yang menuliskan diskrisminasi terhadap pelajar papua yang menimba ilmu di Jogja pun selalu dikumandangkan 2 hari ini, Tanpa pernah sekalipun menyinggung sejarah atau latar belakang kenapa pemikiran itu bisa hadir kepada yang punya kost2an. Ane disini tidak mengenyampingkan peran Mahasiswa Papua sendiri di Jogja untuk hal seperti ini, Memang banyak hal hal baik  yang melakukan untuk jogja itu sendiri yang mungkin jarang diangkat. Saat miliran krisis air pun mereka ikut membantu berdemo. Ane sangat salut walau faktor karena asrama mereka yang kebetulan disamping persis pun mung juga mengalami hal yang sama dengan warga miliran.  Namun juga tak sedikit satpam five hotel samping asrama yang juga merekrut teman2 dari Papua ya mungkn agar sama sama aman. Namun ane sekali tekankan peran mahasiswa papua dijogja yang ikut membantu masyarakat jogja itu sendiri juga banyak.

Dilemanya warga Jogja dalam 10 tahun ini pun sangat muak dengan pemerintahan Jogja itu sendiri ditengah sebagian menjadi apatis, cuek dan bingung dengan arah perkembangan Jogja dari kemacetan, pembangunan hotel, lahan parkir dan masih banyak lagi masalah. Dan teman2 Papua pun lebih tergerak membantu warga.

Melihat suatu kasus yang melibatkan sejarah panjang mereka datang memang tidak bisa dilihat dari satu kacamata, tidak bisa dilihat dari satu sisi. Karena sejarah panjang dan kejadian panjang itu kadang juga mempengaruhi persepsi seseorang. Ane sendiri secara pribadi tidak anti dengan orang untuk berdemo dll. Namun kejadian kemarin memang melibatkan pemikiran warga jogja sendiri lebih ke sejarah kejadian yang selama ini terjadi. Ane yakin tidak cuma faktor mereka demo tentang kemerdekaan. Dan jika kejadian seperti terus terjadi maka persepsi orang orang jogja dengan mahasiswa Papua yang di Jogja pun ane rasa semakin surut kearah positif. Dan ane malah kasian dengan adik adik mereka kelak yang akan kuliah di Jogja.

Kemarin itu pun ane mendapatkan brotkes dari sodara ane yang berisi :

*Ini respon dari GBPH Prabukusumo atas peristiwa demo Rakyat Papua :

Yang pertama :
Mahasiswa IRIAN BARAT (sekarang PAPUA) itu bisa masuk sekolah dan kuliah di DIY atas undangan atau ijin Bapak Sri Sultan Hamengku Buwono IX setelah masuk NKRI ..
Silahkan sekolah dan kuliah di Yogyakarta .. Saya jamin keselamatannya ..
Dengan Harapan Besar dari Bapak saya waktu itu : agar Pemuda2 IRIAN (PAPUA) bisa maju menyusul pemuda2 dari lain Propinsi di NKRI ini .. Dengan kuliah di Kota Pelajar dan Kota Budaya inilah Bapak saya SS HB IX ingin agar Para Pemuda Pelajar Papua yv ke Yogyakarta ini bisa berasimilasi / menyesuaikan diri kedalam Adat Istiadat Tradisi Budaya Yogyakarta .. Yang kelak setelah selesai Kuluah di Yogyakarta kembali ke Papua menjadi orang2 yang Pintar, Cerdas , Mampu berbicara runtut, Santun dalam berbicara dan bersikap serta Taat Beribadah sesuai dengan agama serta keyakinannya, serta mempunyai pikiran , niat dan hati yang Mulia ..

Kedua : DIY ini Kota Pelajar, Kota Budaya , Kota Perjuangan , Kota Happiness dst dst ..
Saya khawatir bila saudara saudaraku dari Papua ini selalu malakukan hal2 seperti ini , kalau Rakyat Yogyakarta ” MARAH ” ???
Untung Rakyat DIY itu ” SABAR dan BAIK HATI “” ..

Ketiga :
INGAT , INGAT dan INGAT !!! D.I. YOGYAKARTA itu adalah ” ANAK SULUNG ” dari NKRI !!!
Sedangkan PAPUA itu adalah ” ANAK BUNGSU ” dari NKRI !!!!
Kita ini BERSAUDARA KANDUNG !!!
Saya PENASEHAT Mahasiswa FAK FAK di DIY .. Saya Bangga dan Senang sekali diangkat sebagai Penasehat dari Anak2ku mahasiswa FAK FAK , PAPUA .. Saya selalu memotivasi mereka untuk kuliah dan kuliah !!! Cepat selesaikan kuliah dan kembali ke Papua ..
BANGUN PAPUA sebagai PROPINSI yang MAJU dan SEJAHTERA !!!
RAKYAT PAPUA HARUS BAHAGIA dan SEJAHTERA !!!
Ke empat :
NKRI sangat mengerti , memahami , menghargai dan menghormati Masyarakat PAPUA juga sama dg seluruh propinsi lain !!!
Saya buktikan itu :
Ada Menteri , Gubernur; Walikota dan Bupati dan Pejabat2 tinggi lainnya baik di Pusat dan Daerah !!! Coba kita lihat didunia lain .. Mana ada Pejabat2 Tinggi dari Suku ABORIGIN atau INDIAN atau yg lain ?

Inilah komentar saya kepada Saudara2ku tercinta dari Papua .. Saya sedih sekali mendengar, membaca dan melihat video kejadian hari ini ..
Sedih dan Sedih ..
Saudara bayangkan , kita sudah bersaudara puluhan tahun ..
Ayo mbangun PAPUA !!! Agar PAPUA jadi Propinsi yang MAJU dan MAKMUR !!!

 

Membahas urusan tentang keinginan untuk merdeka yang dilakukan oleh sebagian teman teman Papua di Jogja saat demo kemarin ane tidak mau ikut campur . kenapa ane bilang sebagian, karena menurut ane lebih banyak yang sibuk dengan kuliahnya dan belajar dari pada yang demo. namun seyogya nya jika memang ingin merdeka pesan ane ya kalian belajar yang bener di Jogja. Kuras semua ilmu yang ada selama kuliah yang nantinya bisa kalian terapkan di kampung halaman untuk kemajuan Papua. Jika dikaitkan tentang keinginan merdeka. Kalian bisa menjadi generasi penerus yang akan menularkan ilmu apa yang kalian dapat untuk negara kalian. Namun ane berharap tetaplah menjadi NKRI. kembali membangun Papua, membangun Indonesia.

Ingat kalian masih punya adik adik yang mungkin juga ingin menimba ilmu disini. Agar ketika mereka disini, semua stikma buruk tentang oknum dan mungkin hanya sebagian kecil dari teman kalian disini terlupakan. Sejarah kejadian kejadian buruk itu segera hilang dari pemikiran warga Jogja. Mereka yang memang disini ingin benar benar menimba ilmu tidak merima dampaknya pemikiran masa lalu yang buruk buruk. Kitorang Jogja Cinta Papua, Kitorang  basudara.

 

Salah satu media yang terus membuat pemberitaan seperti mengadu dengan judul yang wow demi trefik adalah CNN Indonesia. entah apa yang ada diotak media itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s