Surat Terbuka Untuk Aulia Masna ‏@amasna Tentang Rendang Kecap


Surat terbuka ini ane tujukan untuk  , Yang mentuitkan tentang rendang dikecapin.

Jelas yang dilakukan   itu sangat menohok ane. Ada 2 kemungkinan yang bisa ane analisis dari kicauan   ini.

Pertama :

  kemungkinan tidak memakan rendang di RM Padang nya. karena bisa dilihat dari bentuk nasi yang tidak beraturan. namun argumen ane ini mungkin salah karena piring yang digunakan   sepertinya memang piring khas RM Padang. Dimana sangat datar tidak ada cekungan jadi kita tidak memungkinan mengambil nasi dan lauk banyak. Karena pasti jika dilihat akan terlihat sangat tinggi dan ada kemungkinan (  tengklepret kalau istilah jawanya ) . Tapi jelas itu pasti RM Padang prasnan , si   mengambil nasi sendiri karena nasi tidak berbentuk seperti batok.

Kedua

  memakan rendang di RM Padang yang tidak benar benar padang. kalau orang Jogja bisannya bilang Padang Wonosari. Atau RM Padang, masakan padang yang dikelola dan bahkan masakan dibikin bukan orang padang asli. Jadi menyediakan Kecap dimeja.

Ketiga

 membawa kecap sendiri ketika makan di RM Padang tersebut untuk memakan rendang. Jelas argumen ane ini yang paling mendekati terkuak. Seperti yang kita tahu dari data yang telah ane kumpulan dari ribuan RM Padang disepanjang yang ane temui. Bahwa 99,99% tidak akan ada botol kecap di meja RM Padang.

Padahal seperti yang kita ketahui kecap adalah persembahan wajib yang ada dirumah makan di Jawa, Walau ane ketika memakan sesuatu pantang menambahkan kecap kecuali pada nasi telur. Atau ayam goreng yang menggunakan sambal kecap

Penggunaan kecap pada masakan yang sudah jadi seperti soto, bakso, mie ayam, bubur ayam dll adalah sebuah penghiatan terhadap cita rasa.

padang giwangan

FAKTA nya 99,99% RM Padang tidak menyuguhkan kecap dimeja. Itu karena memang didaerah sumatra khususnya Jambi keatas sendiri penggunaan kecap sangat jarang. Bahkan rendang minang itu tanpa kecap. Yang paling mencengangkan adalah ketika kamu membeli Indomie goreng di Sumatra khususnya Jambi keatas. kamu tidak akan menemukan kecap dibungkus bumbunya, Ini adalah hal yang sangat memperkuat itu.

Walau ada menu rendang kecap, itu ane anggap bukan masakan padang. Namun menambahkan lagi kecap di Rendang yang sudah siap makan adalah seperti menambahkan kumis pada bibir Dian Sastro. Bayangkan apakah itu tidak merusak pandangan dan cita rasa Dian dimata kita semua ? walau rasa Dian Satro pasti akan tetap enak, namun fil nya jelas akan berbeda.

Pesan ane buat  ,  kembalilah ke jalan yang benar. Kembalilah melihat Dian Sastro tanpa kumis, karena yang boleh berkumis hanya iis dahlia.

Published by:

rasarab

Iqbal Khan urban cyclists. Social Media Specialist, Full time Blogger, SEO Specialist, Web Developer. Founder http://goowes.co & Co Founder http://ngonoo.com EMAIL : ras.arab@gmail.com

Categories Tulisan Rasarab3 Comments

3 thoughts on “Surat Terbuka Untuk Aulia Masna ‏@amasna Tentang Rendang Kecap”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s