Emas Hijau di Desa Legoksari Itu Bernama Srintil

IMG_1813

IMG_1813

Setelah hari kedua kita berwisata keretek ke Djarum Kudus dan hari ketiga ke Pabrik Rokok Sukun, di hari ke empat ini kita menuju ke salah satu desa penghasil daun emas terbaik. Desa itu bernama Desa Legoksari merupakan salah satu desa yang terletak di Dusun Lamuk Kecamatan Tlogomulyo. Desa Legoksari terkenal dengan srinthilnya, karena berlokasi di didi timur sehingga mendapatkan panas matahari yang konsisten sehingga Srinthil srinthil itu bisa jadi.

Fanatisme desa ini akan tembakau terlihat ketika sejak awal saya dijemput oleh para warga untuk menuju ke Desa. kami di jemput dari Alun alun Kudus menuju desa dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam kurang. Saya banyak berbicara dengan Bapak siapa lupa namanya tentang Tembakau. Bahwa tembakau telah menjadi mata pencaharian utama dan telah mengikat banyak mata rantai disana. Luas hamparan tanah tembakau seluruh desa mencapai 14.000 Hektar yang terdiri dari 14 desa. Jadi kira kira satu desa ini bisa 1000 hektar. Namun seinget saya tanya kemarin luar lahan di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung ini tidak lebih dari 500 Hektar karena Dusun ini ada di lereng timur Gunung Sumbing. Letaknya paling atas di kawasan tersebut.

Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung

1 Hektar lahan membutuhan modal kira kira 50 juta / hektar dengan rincian, 1 Hektar membutuhkan 10 truk pupuk kandang dengan 1.5 juta / truknya dan ongkos pegawai disana yang rata rata orang luar Kabupaten Temanggung dengan uang sambatan -+ 70rb setiap harinya itu belum sama makan dan rokok nya.  sesedikit sedikitnya lahan yang dimiliki warga Desa Legoksari minimal penghasilan 150 juta setahun kalau dipotong modal 50 juta berarti kira kira mereka berpendapan 100 juta setahun atau sekitar 8 juta lebih sebulannya kalau dirata2. Padahal banyak yang memiliki lahan lebih dari minimal jadi tinggal kalikan saja.

Di desa ini hampir setiap rumah punya mobil, hampir setiap rumah kelihatan mewah. bayangkan saja harga srintil kualitas paling bagus bisa mencapai 600rb/kg pastinya sih kurang tahu ane kemarin warga ada yang bilang -+ segitu dan naik turun. Dari sekitar 400 hektare ladang tembakau di Desa Legoksari, biasanya dihasilkan 300 keranjang tembakau srintil. Setiap keranjang rata-rata berisi 40 kilogram tembakau. Yang mungkin tahun ini sedang mendapatkan srintil kualitas terbaik berarti cukup menjual 9 keranjang tembakau untuk membeli sebuah mobil avanza secara kes .:mrgreen:

Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung

Kata Kepala Desa Legoksari Subakir Srintil mempunyai keistimewaan, pada kualitas, cita rasa, dan aroma sebagai lauk rokok. Jika diisap rasanya enak, tetapi jika dipakai murni, tanpa campuran memabukkan (bikin pusing), karena kadar nikotinnnya tinggi bisa mencapai 8 mg.

Pak Subakir yang kayak Che Guevara dan kalau kata cewek cewek cukup ganteng itu mengatakan, tembakau srintil adalah tembakau yang hanya muncul didaerah tegalan (ladang) jika iklim mendukung dengan dominasi kemarau panjang pada musim tembakau. Jenis ini, biasanya didapat dari hasil petik terakhir setelah grade E atau F, seperti di Dusun Lamuk, Desa Legoksari. Lainnya, kemungkinan muncul di ketinggian lereng Sindoro.

Jenis srintil itu memang secara alami tidak bisa dibuat-buat, kalau istilahnya orang sana pulung atau bejan ( Keberuntungan / Nasib ) yang akan dapat tembakau srintil. Sebab tidak semua ladang itu bisa tumbuh srintil.

srintil Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung

Namun yang ane tangkap memang, maaf kalau tidak sependapat ya persaingan sosial disana itu sangat tinggi. Banyak yang mendirikan rumah semakin tinggi. Bahkan kemarin ada yang 6 tingkat. 3 tinggat ke bawah dan 3 tingkat ke atas karena berada di lereng dan ada banyak cctv nya:mrgreen:

Mungkin jika investasi mereka bisa ke hal hal yang lebih untuk masa depan pasti bisa lebih bagus. Mungkin juga faktor itu yang mempengaruhi tingkat fanatisme mereka tentang tembakau sangat tinggi.

 Ngrokok matek

Gak Ngrokok Matek

Ngrokok Ae Sampe Matek

salah satu isi power point dari bapak made seperti diatas, juga banyak coretan coretan di dinding tentang Mbako. Dengan penghasilan seperti itu ane pribadi tidak heran akan itu. Ketika sandang pangan tetap kita tergangung sesorang akan berubah seperti macan yang diganggu area mereka. Ane sih menangkap nya seperti itu. Tugas pemerintah menggali kandungan apa saja yang bisa digunakan di tembakau yang memiliki nilai jual yang sama dengan rokok ? itu tugas pemerintah mikirin hal itu. Kalau menyuruh mereka beralih propesi jelas itu mustahil. Tidak mungkin orang beralih mencari pasir jika ada emas ditempat yang sama.

Yang unik di negeri srintil Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, lereng Gunung Sumbing ini adalah adanya JIMPITAN , Jimpitan adalah kegiatan saling mengumpulkan sesuatu secara bersama untuk kepentingan bersama, itu kalau di Jogja. Misal kalau Jimpitan Ronda bisa dengan uang 200 rupiah yang dimasukan ke kaleng biasanya di deket pintu tau dengan beras seperempat genggam yang nantinya berasnya untuk kegiatan warga semisal keja bakti dll. Sesuai kesepakatan mau beras atau mau uang. Nah Jimpitan di Gunung Sumbing, Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo ini juga gak jauh beda yaitu kata Lurah Subekti adalah per 1000 rupiah kita menyumbangkan 25 rupiah untuk khas desa, dengan kata lain sekitar 2,5% hasil penjualan tembakau. Uang jimpitan ini dikelola Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), antara lain untuk operasional desa, membayar guru TK, perbaikan jalan pertanian, upacara adat, dan kegiatan pemuda.

IMG_1846

Dan gak tanggung tanggung, jumlah Jimpitan yang terkumpul rata rata diatas 50 juta itu juka masa masa kurang bagus. kalau hasil tembakau bagus bahkan Jimpitan bisa diatas 100 juta. Satu lagi, Kata hujan merupakan kata srakal di Dusun Lamuk, Desa Legoksari karena itu seperti kata kata ora ilok atau tidak pantas dikatakan. Jadi kalau main main kesana jangan sekali kali ucapkan kata itu karena biasanya kamu akan ditegur secara keras atau dengan muka murah. Seperti salah satu teman kami kemarin yang memang belum tahu akan hal itu:mrgreen:

Woke selesai ngomongin tembakau dan srintil tepat pukul 3 pagi kita sudah bangun untuk melihat kegiatan warga yang bisa dilakukan selama 24 jam. kebetulan kalau pagi adalah proses mencacahan tembakau yang nantinya akan di jemur pagi harinya. Tembakau yang akan dicacah itu sidah di peram atau di mbu kalau kata orang jawa, selama 2 minggu.

Selesai melihat pemeraman kita langsung balik ke tempat isrihat di balai desa. Dan selanjutnya adalah melihat matahari terbit diatas gunung sumbing. Rasanya seindah itulah Nusantara kita. Namun perjalanan keatas penuh emosi karena jalannya 1km full naik dan rata rata kita semua anak nike kekinian abal abal yang hanya instal aplikasi dan beli sepatunya aja tapi gak pernah dipakai:mrgreen: , jadinya sampai atas pada muntah2 semua:mrgreen: . Semua semua terbayarkan ketika sampai atas.

Sampai diatas dibawah kita langsung lanjut makan pagi dan tempatnya sangat epik sekali, kita makan diatas bukit:mrgreen: . Sebelum bapak lurah wonosari menjelaskan sendiri tujuan makan disana saat balik benernya jujur ane mikir, kurang kerjaan juga makan jongkok diatas bukit yang panas, mending dibawa ke balaidesa kan beres itu makanannya:mrgreen: . namun Pak Lurah Wonosari yang agak geek karena HP nya aja udah Samsung dan selalu menggnakan hetset dan bahasanya emang udah tahu internet dan gaul itu bercerita di tempat makan kedua yang -+ lokasinya sama adalah, kegiatan ini untuk mengapresiasikan petani. bahwa jadi petani itu susahnya seperti ini lho. Kamu akan makan ditempat tempat seperti ini dan dengan hasil bumi seperti ini. Walau jujur kalau ane sendiri karena emang lama tinggal di Piyungan udah kebiasa dengan makanan yang disuguhkan bahkan tiap hari makan itu:mrgreen: , tapi maknanya dalem juga.

Selesai makan kita berkemas untuk balik ke Temanggung, ke alun alun Temanggung untuk pindah naik bus dan akhirnya kembali ke Jogja. Dan akhirnya kita berangkat ke Jogja dan nyampe ke Warung Mas Kali lagi pada jam 19.30 dan akhirnya ane kembali ke rumah dengan selamat. Ada sedikit kutipan menarik.

Saat ini setidaknya, sekitar 30,5 juta jiwa masyarakat Indonesia hidup dari mata rantai bisnis tembakau. Dari hulu hingga ke hilir mulai petani, buruh tani tembakau, petani dan buruh tani cengkeh, pekerja pabrik, pedagang. Jika ratifikasi ditandangani pemerintah, maka dikhawatirkan akan muncul banyak pengangguran yang memiliki dampak pada kehidupan sosial ekonomi.- suara merdeka

Published by:

rasarab

Iqbal Khan urban cyclists. Social Media Specialist, Full time Blogger, SEO Specialist, Web Developer. Founder http://goowes.co & Co Founder http://ngonoo.com EMAIL : ras.arab@gmail.com

Categories Tulisan Rasarab1 Comment

One thought on “Emas Hijau di Desa Legoksari Itu Bernama Srintil”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s