Hari Selanjutnya Wisata Kretek di Kudus

Pabrik rokok kudu, pabrik rokok, pabrik rokok sukun , pt sukun, sukun kudus007

Sebelumnya ane telah bercerita hari pertama dan kedua di Kudus, di hari ketika ini kita ke pabrik Rokok legendaris dan mungkin cukup tua yang masih berproduksi. Benar benar kesan kuno sudah terlihat dari bangunan yang ada disini. Mesin pemadam kebakaran yang masih menggunakan air kolam, Mobil pengangkut yang bener bener jadul seperti opletnya si Doel. Disini kita sudah di sabut dengan bapak bapak tua dan satpam satpam tua yang menjaga area gedung,

Yang akan lihat pertam adalah seoses pembuatan Rokok Klobot, Rokok kretek yang bahan pembungkusnya dari kulit jagung. Rokok ini sangat keren di eranya namun sekarang masih juga diminati oleh kalangan terbatas. Biasanya memang yang masih menggunakan rokok rokok jenis ini adalah para nelayan karena rokok ini cenderung tahan air dan tidak mudah patah karena bahan pembungkusnya dari kulit jagung.

Di PT Sukun sendiri Rokok Klobot masih di pertahankan karena untuk tetap eksis dan mencoba mempertahankan pabrik yang udah bersia puluhan tahun. Seperti itu pesen yang punya yang disampaikan sama Bapak pemandu nya. PT Sukun walaukun tidak begitu laku akan terus mencoba berjuangn sampai nafas terakhir, diantara sisa sisa mesin yang sudah mulai menua, Mesin mesin tahun 70 an pun masih digunakan di Pabrik Rokok ini dan pegawainya juga bahkan ada yang udah 60 tahun terutama yang bagian rokok klobot. Ya mungkin itu yang tersisa yang mereka bisa untuk sekedar bertahan hidup.

Setelah berkunjung ke PT Sukun Tujuan selanjutnya adalah ke tempat pemijatan arternatif yang menggunakan bahan dasar adalah tembakau, banyak ternyata fungsi tembakau yang bener bener belum di kembangkan. Sempat mencoba kopi herbal + telur yang rasanya seperti kopiko pait tidak ada rasanya tapi sangat amis. Tempatnya lumayan ndlesep namun sangat sejuk diantara panasnya tanah kudus. Ane juga mencoba rokok herbal makan buahkelengkeng dan matoa yang enak.

lanjut abis terapi kita langsung kulineran, yang kita tuju sekarang adalah Mkanan Khas Khudus yaitu Lentog Tanjung. lentog adalah nama makanan itu sendiri dan Tanjung adalah nama desa tempat para pedagang ini berkumpul/ hampir sama dengan Taman Bojana Kudus, sektor kuliner yang udah ditata rapi , penjualnya sama semua jualannya. Sebenarnya lentog itu seperti opor, kupat sayur tapi ada gudeg nya ya sayur nangka gitu.

Selesai makan Lentog kita langsung menuju ke museum kretek. masuk museum keretek kita akan di suguhi sesuatu yang sudah usah, ketinggalan jaman dan mungkin tidak ada perhatian dari pemerintah. atau kesadaran dari warga untuk mengunjungi lokasi ini. Padahal kalau di konsep kekinian ada taman tamannya pasti akan jadi obyek wisata karena tempiknya sangat sejuk.

Ane juga kurang tahu sih, apa yang diceritakan tentang Jauhari si pembuat rokok kretek pertama tidak ada dimuseum ini tentang penjelasannya. Ane juga bingung aslinya.Apa tiap daerah punya sejarahnya sendiri ane juga gak tahu. Lanjut dari Museum kita menuju ke Temanggung tepatnya di kaki gunung sumbing. Sebelumnya kita nyampe ke Alun Alun kudus lagi dan sampai sana makan dan dijemput oleh warga Desa Legoksari Kecakatan Tlogomulyo. Salah satu penghasil tembakau terbaik didunia. Yak jenis Srinthill yang melegenda itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s