Lagi Lagi Premanisme Di Jogja


lagi lagi sebagai salah satu putra daerah yang berbakat ane merasa heran dengan kota Jogja , kota dimana ane tinggal hingga saat ini. Bahkan keyword di Google tentang Premanisme Di Jogja gak abis abis nya. masih inget kasus cebongan kopassus ? Dan masih inget salah satu tulisan ane ” Geng Gali dan Gentho ” . Hampir seluruh hidup ane di Jogja ane orang jogja asli jadi dengan hal hal seperti ini ane tidak begitu asing. Dan ini mungkin adalah pendapat versi ane sendiri tentang penyebab degradasi nilai di Jogja dan Mungkin solusi cepat nya. Kenapa ane sebut degradasi? karena Jogja sendiri sekarang hanyalah klise atau kiasan tidak seperi jogja 10 tahun yang lalu, mungkin karena tuntutan jaman.

Lagi Lagi Premanisme Di Yogyakarta

Regenerasi Gali di jogaj ini memang sangat mengalami ke munduran, Gali yang benar benar asli jogja kini sidah banyak yang mati di telan bumi.  Jogja yang kini mungkin gak jauh orang orang betawi yang mungkin ketelan jaman. dari sini lah banyak pendatang pendatang. Kusus untuk teman teman dari indonesia timur memang gak semua mereka berperilaku buruh ( apalagi pas gak minum ) . Ane tinggal hampir 20 Tahun di lingkungan  yang lumayan banyak orang timur di Jogja yaitu di daerah Miliran, Rumah ane hanya beberapa meter dari asrama papua. jaman jaman ane kecil memang sangat parah sering kali terjadi kekeraman kecil dan saling pukul antara warga kampung dengan warga asrama. namun seiring berjalannya waktu semua itu sangat sangat drastis sekali berkurang. Kebetulan tetangga ane sendiri adalah Kak Yos namanya dulu mantan ketua Asrama namun sekarang udah mungkin 10 tahuna lalu dia sudah meninggal. Anak anak kak Yos bagaimana warga suka memanggil ini kebetulan adalah teman teman saya kecil hingga saat kak yos meninggal , mreka memutuskan untuk balik ke papua namun sesekali mereka sering ke jogja karena rumah dia tinggal di tempati oleh nenek mereka hingga saat ini.

Menurut obralan dulu dengan teman teman yang disana, sekarang memang agak selektif siapa yang boleh masuk asrama, hanya orang orang putra daerah yang benar benar berprestasi yang boleh masuk asrama itu. Tapi memang saya kurang tau jelas nya , namun yang jelas sangat sangat perubahan drastis. Dimana penghuni beberapa tahun ini sangat sopan dan terlihat seperti memang sangat berprestasi.

Jadi tidak semua orang timur itu berprilaku buruk jika sehat dalam artian tidak mabuk, kalau pas mabuk ane bisa yakin 100% mereka akan berprilaku buruk jika berkeliaran. bahkan bisa berubah 180% ketika mereka tidak minum. maka dari itu solusi biar aksi aksi ini bisa di redam adalah batasi penjualan minar, Miras disini lebih miras miras tradisional kalau cuma beer mah bikin kencing doang buat apa dibatasin. yang ane rasa miras miras tradisional. Yang kedua adalah peran Polisi di Jogja. Kalau ane boleh jujur, peran polisi di Jogja ini cuma 20% . Dan kalau ane boleh jujur jam kerja mereka mungkin hanya 6 Jam yang efeksif dari sebenar nya 24 jam tugas nerek mengayomi masyarakat.

Sekarang lihat saja Pos Polisi di jogja. Pasti hanya kelihatan terisi saat jam jam sibuk maximal jam 5 sore. Malem? jangan tanya psti gak ada yang jaga. la terus tugas mereka apa di Jogja ? Dengan Jogja yang sekarang seperti jakarta yang selalu terbangun dan tak pernah tidur ane rasa peren mereka harus nya bisa lebih. Kalau cuma ada 2 polisi tiap hari ya di jadwal shif2 an shif malam siapa shif siang siapa.  Karena tipe orang jogja itu yang penting bapak terlihat ada di post itu udah membuat kita sedikit aman.

Kejahatan malam di jogja nya memang sekarang juga udah mulai parah, dan ane rasa banyak yang gak angkat di surat kabar dll. Sebenar nya hal seperti itu seperti premanis me dll itu bisa di hindari jika peran polisi itu memang ada. Polisi dan terbagi tiap daerah atau kecaman itu. na palinggal setiap satu jam sekali mereka pastroli keliling naik motor atau mobil itu sudah salah satu hal yang bisa menggurangi itu. Karena sudah tisak ada lagi orang yang membuat aman ya jadinya jogja seperti ini. Kalau boleh ane jujur lagi , peran polisi di Malam hari di Jogja itu 0 , atau 0 BESAR alias gak ada. Kalau polisi tidur memang banyak. Ini bener nya masukan buat pak Polisi Juga , bukannya ane mau jelek jelekin tapi yang ane rasain memang begini. Peran bapak itu apa buat kamu? Bapak ini kami yang bayar lo lewat pajak dll.

Ini lah penyebab nya premanisme makin betebaran di jogja la karen memang dibiarin, jadi kalau menurut ane bukan masalah banyak nya tempat pelacuran di Jogja dan Tempat tempat Hiburan di Jogja. Ya kalau mau ke tempat hiburan ya monggo mau ngeple ya monggo, tapi ketika disana ada kejahatan terus ngadu ke Pos Polisi gak ada Polisi ya gimana lagi. Pembiyaran pembiyaran di Jogja ini memang semakin menjadi jadi, ane aja kadang tinggal di kota sendiri seperti tinggal di kota orang lain. terus Buat temen temen indonesia timur ni, Inget orang tua kalian, Kebanyakan mereka itu kususnya yang masih kuliah itu belaku dan suka nipu orang tua, karena di jogja semua murah mereka di jatah uang saku lebih dengan standari sasi disana jadi nya seperti ini. Mereka disana di Kota nereka masing masing mungkin 25 Ribu baru kenyang di Jogja 5ribu aja kenyang. dan uang mereka kebanyakan memang kalau yang nakal nakal itu buat beli minum, karena harga minum disini dan disana bisa 4 kali lipat. jadi buat kalian orang orang tua yang memiliki anak yang kuliah di jogja ane minta di perhatikan lagi. Soal brantas premanisme , Bunuh itu ane setuju banget tapi jangan cuma pas moment aja.

Tiap malem kalau bisakalau ada preman bunuh, tapi juga orang jogja sekarang tu sok sok an kabeh, asu pancenan terutama generasi generasi mudanya, kebanyakan kayak taik kucing semua ane yang orang jogja sendiri ampek heran. Inti dari masalah ini memang Banyaknya Premanisme Di Jogja karena pembiyaran pembiyaran dan  peran kepolisian sebagai pengayom masyarakat yang 0, atau tidak ada sama sekali.

2 thoughts on “Lagi Lagi Premanisme Di Jogja”

  1. koyo sing tak sampaikan nang nduwur bero , Njelei , terlalu serius, Isinan dan cuek ra aturan. tapi ra kabeh ngonoo😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s