Suara itu Ahirnya Datang juga


Mungkin inilah ahir dari musim penghujan, Ya suara garengpong atau nama salah satu serangga yang memberikan sinyal akan datangnya musim kemarau sudah terdengar. Dalam bahasa jawa sih nama serangga kemarau iyu gareng pong tau kalau alam bahasa Indonesia. Dia seperti sirine alam yang di ciptakan oleh alloh untuk membneri tanda datangnya musim baru menggantikan musim lama

Alhamdulilloh ane tinggal di pinggiran jogja yang alhamdulilloh juga masih asri (Lumayan lah) masih banyak sawah dan pohon2 besar (semoga aja selalu seperti ini). Suaranya yang bersaut sautan seakan memberikan ketenangan terik nya siang hari. Mungkin tempat ane di solo kuga lagi musim suara garengpong plus berkurang nya debit air di bengawan yang makin lama makin tak terawat

Tanggal 21 Maret, Matahari tepat di khatulistiwa dan selanjutnya bergerak ke arah utara, mengakibatkan deretan daerah tekanan rendah atau daerah perawanan aktif yang menyertainya juga bergerak ke utara. Perubahan arah angin terjadi secara periodik (monsun). Awal bulan Maret garengpung mulai beryanyi, menandai masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau. Keadaan itu disertai fenomena fluktuasi angin baratan yang meningkat kecepatannya dan arahnya yang variabel (berubah-ubah arah)

Mungkin jika kita tnggal di kota kota besar suara alam itu akan kalah dengan suara bising kenalpot kendaraan dan himpitan besi pabrik, Maha besarnya alloh telah menciptakan sirine alam itu yang melebihi keakuratan mesin2 ciptaan manusia.

Kalau di daerah wonosari (wah ini tempat tinggal beni, my bro) garengpong di buru pada bulan bulan maret – april. Mereka di buru untuk dijadikan makan atau cemilan. Rasa nya lumayan gurih n krispi , gak kalah lah ama kentuki. Karena di bukan bulan ini permintaan sangat besar dan dia hanya ada di saat saat tertentu membuat harganya mahal

Namun jika kita tidak bias menggolahnya pasti rasanya akan gak karu karuan, makan garengpong + walang di temani secangkir the jawa makannya siang siang abis dzuhur wah pastirasanya mak nyos. Kalau di wonosari yang masih banyak banget hutan mungkin bias puluhan dah jumlah garengpong dalam satu pohon, jadi gak bias kita bayangkan suaranya

Di jogja mungkin rata2 satu pohon satu garengpong aja suaranya kencengnya minta ampun apa lagi satu pohon puluhan garengpong dengan jumlah ratusan pohon, bias bias kita gak bias tidur kalu dating kesana di bulan bulan ini khusunya siang hari, karena aktifitas garengpong biasanya dari jam 9 sampai ashar menjelang petang

Orang jawa khusunya orang2 jadul menyebut ini adalah “ilmu Titen” , ilmu ini biasanya dimiliki oleh hewan hewan karena kepekaan nya, seperti garengpong mengerti berubahan iklim terus laron di musim ujan, alap alap juga di musim kemarau (alap alap ialah sejenis elang jawa yang keluar di musim kemarau) dan masih banyak ilmu titen lannya

Moga aja 10 tahun kedepan masih banyak pepohon di Jogja masih banyak hutan di Indonesia agar anak cucu kita masih bias menikmati suara garengpong, suara alam penanda pergantian musim

8 thoughts on “Suara itu Ahirnya Datang juga”

  1. garengpong kayak apa c………..???
    bingung mode : ON
    Makan walang mang ga biduran ras😀

    Wonosari kan tmpt almarhum nenek dyn XiXiXi….

  2. @ dian
    Pernah liat di Tipi kumbang yang ada tanduk nya itu kan?
    ya kurang lebih seperti itu
    Ya enggak lah masak biduran, maklum anak desa:mrgreen:

    @ cipto
    ok bang makasih
    blog ane jelek e, kayak nya gak pantes dapet fabulous blog award, kalau freak blog baru tu:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s