Itu kata yang sering ane ributkan beberapa hari ini. yak tentang kegiatan mengemis dan sub direktorinya seperti ngamen, minta sumbangan dll. Walau emang gak semua seprti yang kira tapi ane merasa kalau yang ane temui ini benar benar bisnis atau sindikat jadi tidak profesionalisme atau murni kegiatan ngemis.
Ane sampai jengkel sendiri dan ane sampe hafal hari apa dan jam berapa di sif ngemis dia depan kantor dan hari apa juga yang lain tugas. buat ane ini sebuah pekerjaan yang berlebihan, kok yo sak munune ngunu lo, segitu nya kalau bahasa indonesia nya. Saya lebih menghargai mereka yang masih mau menjual koran lah dari pada yang hanya meminta minta dalam kasus ini mereka mereka yang di sindikat itu. Ya bukan berarti ane merendahkan mereka atau gimana ya
Juga aksi Mahasiswa mahasiswa mbuh itu bener2 mahasiswa atau enggak dengan membagikan bunga dan meminta sumbangan dengan momen yang berbeda beda dalam tiap minggu nya. Apa iya gak ada cara lain yang lebih intelek gitu ya selain melakukan kegiatan seperti itu. tapi ya kalau murni itu buat kegiatan amal atau apsih asline aku yo ura masalah. tapi ada yang nganjel gitu kalau liat kek gitu
Ane jual gorengan dengan untung hanya -+ 200 rupiah di rewangi melek sampai pagi bahkan sampai tidak tidur, Mereka yang hanya bermodal meminta aja bisa gitu. seorang pelacur pun masih modal kenikmatan badan nya buat sesuap nasi, mereka tidak sama sekali
, miris juga sih
Tapi emang yang lebih parah mereka yang mengemis dan mencuri uang rakyat di parlemen pemerintahan sana , asline ane mumet kalau bahas yang serius gini, ya tapi mungkin ini puncak gunung es yang ada di otak ane sebagai kaum arrogant ignorant, ( saiki cah arrogant ignorant je aku ki
, mliper mangkubumi
)
Tapi ya dilemanya disitu, kalau kalian mau memberi mereka ya monggo , kalau tidak ya monggo itu urusan temen2 semua sih. kalau ane yaitu tadi jadi anti pati dan merasa gak respect dengan hal hal kayak gini
Buat para bos pengemis, semoga kuburan mu terang di ahir zaman













